Showing posts with label Militer. Show all posts
Showing posts with label Militer. Show all posts

Saturday, December 17, 2011

10 Perang Paling Aneh di Sepanjang Sejarah Manusia

Perang biasanya terjadi untuk memperebutkan banyak hal.Mulai dari kehormatan, kemuliaan, membebaskan tanah yang Anda yakini adalah hak Anda - dan daftar penyebab perang terus bertambah, tapi disamping hal-hal tersebut telah ada sejumlah perang yang benar-benar tidak biasa, saat banyak orang berjuang untuk alasan sepele atau bahkan sama sekali nggak penting.
Jadi tanpa penundaan lebih lanjut saya bawa ke Anda atas sepuluh sejarah perang yang paling aneh. Semuanya tercantum dalam urutan tertentu.


10. Lijar vs. Prancis
Pada 1883, warga Lijar, sebuah desa kecil di selatan Spanyol marah ketika mereka mendengar laporan bahwa saat mengunjungi Paris, Raja Spanyol, Alfonso XII telah dihina dan bahkan diserang di jalanan oleh massa di Paris. Sebagai tanggapan, walikota Lijar, Don Miguel Garcia Saez, dan 300 warga Lijar menyatakan perang terhadap Perancis pada 14 Oktober 1883.
Tidak satu senjatapun ditembakkan, dan bukan korban tunggal yang berkelanjutan di kedua kubu selama konfrontasi, tapi meskipun perang antiklimaks, Walikota Saez menyatakan "Teror Of The Sierra," terus di kobarkan.
93 tahun kemudian, pada tahun 1976, Raja Juan Carlos dari Spanyol-melakukan perjalanan ke Paris, di mana ia diperlakukan dengan hormat oleh warga ibukota Perancis.
Pada tahun 1981, dewan kota memutuskan bahwa Lijar "mengingat sikap yang sangat baik dari Prancis," mereka akan mengakhiri permusuhan dan setuju untuk gencatan senjata dengan Prancis.

Durasi Perang: 98 tahun(1883-1981)
Korban: Tidak ada.

9. Perang Ember Kayu
Perang ini dimulai pada 1325, ketika persaingan antara negara-negara kota mandiri Modena dan Bologna lepas kendali karena ember kayu. Masalahnya dimulai ketika sebuah band tentara Modena menggerebek Bologna dan mencuri sebuah ember kayu besar.
Serangan itu berhasil, tapi Bologna, ingin mengamankan ember sebagai kebanggaan, menyatakan perang terhadap Modena.
Perang berkobar selama 12 tahun penuh, tapi Bologna tidak pernah berhasil mendapatkan embernya kembali. Sampai hari ini ember masih disimpan di menara lonceng Modena.

Perang durasi: (1325-1337) 12 tahun.
Korban: Tidak Diketahui

8. Perang Paraguay
Presiden Paraguay, Francisco Solano Lopez, adalah seorang pengagum besar Napoleon Bonaparte. Dia menganggap dirinya pelatih yang terampil dan komandan yang sangat baik, namun tidak memiliki satu hal untuk membuktikannya, yaitu perang.
Jadi untuk memecahkan masalah ini, pada 1864 ia menyatakan perang pada 3 negara tetangga sekitar Paraguay,yaitu : Argentina, Brasil, dan Uruguay.

Hasil dari perang?
Paraguay hampir musnah. Diperkirakan 90% dari penduduk laki-laki tewas selama perang karena penyakit, kelaparan, dan pertempuran dengan tentara musuh.
Ini mungkin salah satu perang yang paling tidak perlu dalam sejarah karena presiden Lopez hampir tidak punya alasan untuk menyatakan perang terhadap 3 negara tetangganya yang lebih kuat.

Perang Durasi: (1864-1870) 6 tahun.
Korban: 400.000 di kedua pihak.

7. The War Of The Stray Dog
Pada tahun 1925 Yunani dan Bulgaria bukan sekutu. Mereka telah berjuang satu sama lain selama Perang Dunia Pertama dan luka-luka masih belum sembuh. Ketegangan yang terus-menerus tinggi di sepanjang perbatasan, terutama di sepanjang daerah yang disebut Petrich.
ketegangan mencapai titik didih pada tanggal 22 Oktober 1925 ketika seorang prajurit Yunani mengejar anjingnya di perbatasan Bulgaria dan ditembak mati oleh seorang penjaga Bulgaria.

Yunani bersumpah untuk membalas,untuk menginvasi Petrich pada hari berikutnya. Mereka cepat-cepat membersihkan pasukan Bulgaria dari daerah tetapi dihentikan oleh Liga Bangsa-Bangsa, yang memberikan sanksi pada Yunani dan memerintahkan mereka untuk meninggalkan Petrich dan membayar ganti rugi pada Bulgaria.
Yunani menarik pasukannya sepuluh hari kemudian dan membayar Bulgaria £ 45.000.

Perang durasi: (23 Oktober-2 November, 1925) 10 hari.
Korban: 52 orang tewas di kedua belah pihak.

6. Perang Aroostook
Perang Aroostook adalah konfrontasi militer antara Amerika Serikat dan Inggris atas perbatasan Maine. Setelah Perang 1812, pasukan Inggris telah menduduki sebagian besar bagian timur Maine dan meskipun tidak memiliki pasukan di daerah tersebut, Inggris masih menganggap Maine sebagai wilayah Inggris.

Pada musim dingin tahun 1838 penebang kayu Amerika memotong kayu bakar di wilayah sengketa, dan sebagai hasilnya menghasut kemarahan Inggris, yang segera memindahkan tentara ke daerah itu.
Pasukan Amerika digerakkan ke sana juga, dan tampak seperti perang sudah dekat. Namun logistik pada setiap sisi punya menggeram dan Amerika menerima sejumlah besar daging babi dan kacang-kacangan karena kesalahan di departemen persediaan.
Hal ini menyebabkan julukan perang yang paling populer,sebagai "Perang babi dan kacang". Selama hampir setahun, pasukan Inggris dan Amerika menunggu satu sama lain sebelum pemerintah masing2 akhirnya mencapai kesepakatan.
Inggris setuju untuk memberikan Amerika di timur Maine dan pasukan Amerika mundur. Perang Aroostook terjadi tanpa pertempuran militer, tetapi ada ratusan kematian karena penyakit dan cedera yang tidak disengaja.

Perang durasi: (Desember 1838-November 1839) 11 bulan.
Korban: 550 tewas di kedua belah pihak.

5. Perang Babi
Perang lain antara Inggris / Amerika, Perang Babi dimulai ketika seorang infanteri Inggris menembak seekor babi yang berkeliaran di tanah Amerika. Milisi Amerika setempat menanggapi dengan berkumpul di perbatasan dan menunggu Inggris untuk bergerak. Akhirnya Inggris meminta maaf dan perang berakhir singkat, menjadikan babi sebagai satu2nya korban.

Perang durasi: (Juni-Oktober 1859) 4 bulan.
Korban: 1 babi.


4. Perang 335 Tahun
Perang ini terjadi antara Belanda dan Pulau Scilly, yang terletak di lepas pantai barat daya Inggris.Perang dimulai pada tahun 1651, tetapi seperti banyak perang zaman itu tidak dianggap serius dan segera dilupakan. Tiga abad berlalu sebelum kedua negara akhirnya setuju untuk kesepakatan damai pada tahun 1986, membuat perang ini yang terpanjang dalam sejarah manusia.

Perang durasi: (1651-1986) 335 tahun.
Korban: Tidak ada.

3. Perang Sepak Bola

Beberapa perang dimulai dengan serangan mendadak, pembantaian dan lain-lain, tapi yang satu ini dimulai dengan pertandingan sepak bola antara El Salvador dan Honduras pada tahun 1969. El Salvador kalah dalam permainan dan ketegangan terus meningkat sampai 14 Juni,Angkatan darat El Salvador melancarkan serangan terhadap Honduras.
Terkejut oleh kekerasan mendadak, Organisasi Negara-negara di Amerika mengadakan gencatan senjata yang diberlakukan pada 20 Juni, setelah 100 jam setelah tembakan pertama ditembakkan.

Perang durasi: (14-20 Juni 1969) 4 hari.
Korban: 3.000 mati di kedua belah pihak.

2. Perang Moldovan-Transdniestrian
Perang ini dimulai segera setelah runtuhnya Uni Soviet ketika negara bekas blok Soviet Moldova mengalami krisis. Dua-pertiga dari negara ingin ingin lebih dekat dengan Rumania, tetapi sepertiga sisanya ingin tetap dekat dengan Rusia.
Akibatnya, perang meletus.
Tapi apa yang membuat perang ini benar-benar aneh adalah fakta bahwa para pria berkelahi satu sama lain selama siang hari,dan ketika malam mereka sering berkumpul di tanah tak bertuan untuk berbaur dan minum-minum.
Tentara bahkan membuat perjanjian untuk tidak menembak satu sama lain jika mereka bertemu satu sama lain selama pertempuran di hari berikutnya.
Dan itu terjadi hampir setiap malam selama perang.
Seorang tentara menulis dalam buku hariannya: "Perang ini seperti pesta aneh, siang hari kita membunuh musuh kami, pada saat malam kita minum dengan mereka.betapa edannya perang gila ini .... "

Perang durasi: (2 Maret - 21 Juli 1992) 4 bulan.
Korban: 1.300 mati di kedua belah pihak.

1. Perang Burung Emu
Ini mungkin perang hanya formal dimana salah satu pihak yang berperang itu bukan manusia, melainkan burung.
Pada tahun 1932 populasi emu di Australia tumbuh di luar kendali, dengan 20.000 diperkirakan emu berjalan sekitar gurun Australia dan menyebabkan kekacauan pada ladang para petani.
(Burung Emu adalah burung terbesar di Australia dan juga Burung terbesar kedua di dunia dalam ukuran berat...)
Sebagai tanggapan militer Australia mengirimkan satuan tugas tentara bersenjata dengan senapan mesin untuk membunuh emu dan bahkan dengan bercanda menyatakan perang pada mereka.
Pada pertengahan November mereka meluncur keluar ke padang gurun dan terus memburu setiap emu yang bisa mereka temukan.
Namun, semuanya segera menjadi kompleks karena Burung emu terbukti sangat tangguh, bahkan ketika terkena peluru senapan mesin ganda, mereka terus melarikan diri, dengan mudah melampaui para prajurit yang berat.
Perang Emu berlangsung selama hampir seminggu sebelum Mayor Meredith, komandan dari Gugus tugas laskar Pembantai Emu,menyerah dan merasa sangat kesal setelah tentaranya hanya bisa membunuh sebagian kecil dari burung yang sulit dipahami itu.

Perang durasi: (November 11-18 1932) 7 hari.
Korban: 2.500 emu.

Saturday, December 10, 2011

10 Senjata Kuno Paling Unik dan Aneh

Kaum Manusia selalu memiliki hasrat dan akan sering berperang untuk memenuhinya. Dan untuk perang, seorang lelaki membutuhkan senjata. Manusia yang sedang berperang akan Menggunakan keterampilan dan sumber daya apapun yang mereka miliki untuk menang, sebuah senjata dibuat untuk memotong, menghancurkan, menusuk, dan atau menumpahkan air mata musuh-musuh mereka.
Setiap bangsa memiliki senjata yang untik untuk prajurit - prajuritnya. Hari ini ketika kita bicara tentang senjata kuno kita langsung berpikir tentang pedang, tombak, busur, dan kapak.
Tapi aku menemukan minat pada senjata penyerang yang lain daripada yang biasa digunakan . Daftar ini adalah berbagai macam senjata yang memiliki desain, latar belakang, atau penggunaan yang saya anggap cukup luar biasa. Dan inilah 10 Senjata Kuno paling unik yang pernah diciptakan manusia

Posting lain tentang Senjata:
5 Senjata Pembunuh Massa dari Filem Sains-Fiksi Yang Telah Dibuat di Amerika
10 Senjata Pembunuh Monster Yang Pernah Diciptakan Manusia
10 Senjata Paling Aneh Yang Pernah Diciptakan
The Ultimate Wheapon, Senjata - Senjata Paling mengerikan Yang Pernah Diciptakan Militer


10. Alat Pemukul Mere
Digunakan oleh suku-suku Maori di Selandia Baru,alat pemukul ini tampak sederhana namun sangat solid dibuat dari batu giok nephrite. Anehnya, Māori menggunakan pemukul berukuran 12-20 inci untuk menusuk dan menonjok bukan diayun untuk memukul lawan. Untuk Māori, Senjata (pemukul) Mere ini adalah senjata yang sangat spiritual. Mereka menamai dan mewariskan pemukul ini secara turun-temurun. Mereka bahkan percaya bahwa senjata ini berisi mana (kekuatan spiritual) mereka sendiri.
Para Māori dihormati berdasarkan keampuhan senjata Mere yang mereka miliki. Mereka adalah simbol kepemimpinan, dan jika ada Mere yang dianggap penting oleh suku itu dipegang oleh orang yang salah, upaya besar dilakukan oleh suku untuk memastikan Mere dikembalikan kepada pemiliknya yang berhak.

9.Pedang Pengait
Mungkin yang paling terkenal di daftar ini, Pedang Pengait Cina dimiliki oleh para biarawan Shoalin pasif di China utara.
Indah dan artistik dirancang, pisau melengkung menjadi bentuk pengait di ujung yang memungkinkan pengguna untuk menghubungkan pisau dengan ujung dan menggunakan mereka sebagai senjata, Senjata dengan jangkauan yang panjang.
Senjata bertahan berbentuk bulan sabit sangat bagus untuk memblokir pukulan serta pemotongan musuh yang terlalu dekat.
Ujung gagang itu dipertajam menjadi belati karena menikam dari jarak dekat. Pedang ini berukuran dari 4-6 meter dari puncak kait ke ujung gagang tajam. Pedang pengait ini sebagian besar digunakan penduduk sipil, dan militer Cina tidak menggunakan mereka dalam pasukannya.

8. Kpinga
kpinga adalah pisau lempar yang digunakan oleh prajurit yang berpengalaman dari suku Azande. Orang-orang Zande adalah warga Nubia, sebuah wilayah di Afrika terdiri dari Sudan utara dan selatan Mesir. Pisau (juga dikenal dengan Munga Hunga) berukuran hingga 22 inci dan memiliki tiga pisau yang diperpanjang dari pusat. Pisau yang dekat dengan pegangan berbentuk mirip alat kelamin pria, dan mewakili kekuatan maskulin dari pemiliknya.
Keselarasan dari pisau pada kpinga drastis meningkatkan kemungkinan impaling target pada kontak. Ketika pemilik senjata itu menikah, ia mempresentasikan kpinga sebagai hadiah kepada keluarga istrinya.

7. Macuahuitl
senjata Macuahuitl itu pada dasarnya berukuran besar, pedang berbentuk sepotong kayu dengan potongan tajam obsidian tertanam di sisinya. Macuahuitl tidak memiliki titik yang tajam,maka senjata ini tidak dapat digunakan sebagai senjata tikam, namun barisan bergerigi obsidian memberikan kekuatan merobek dengan luka yang cukup dalam pada musuh. Kayu itu sendiri cukup berat dan kuat untuk mengalahkan lawan, sehingga memungkinkan Aztec untuk menangkap musuh hidup untuk digunakan dalam ritual pengorbanan mereka yang terkenal.
Ada laporan yang menyatakan bahwa maquahuitl mampu memancung kuda, yang mengesankan, untuk kepala kuda adalah lebih tebal daripada kepala seorang manusia dewasa.

6. Scissor
Ini senjata yang tampak agak aneh digunakan di arena gladiator zaman Kekaisaran Romawi kuno.cukup Menarik, gladiator yang memegang scissor dalam pertempuran juga dikenal sebagai scissors.
Casing logam di bagian bawah membentuk tabung panjang yang menutupi lengan gladiator, memungkinkan senjata untuk dengan mudah memblokir, menangkis, serta melakukan serangan balik.
Terbuat dari baja dikeraskan, gunting berukuran sampai satu setengah meter.Senjata ini sangat ringan, berbobot pada 5-7 pound ; ini memungkinkan gunting melakukan gerakan cepat.Bentuk unik dan desain gunting membuatnya menjadi favorit penonton.

5. Chakram
 
Jangan tertipu, Chakram bukanlah alat yang ingin anda mainkan sebagai frisbee. Berbeda dengan Frisbee, Chakram itu sering dilemparkan vertikal daripada horizontal. Lingkaran mematikan dari logam berdiameter sampai 0,3 meter .Cakram mempunyai sisi yang sangat tajam memastikan bahwa Chakram bisa mengiris lengan dan kaki dengan mudah. Senjata ini berasal dari India, di mana ia digunakan secara luas oleh Sikh tingkat tinggi.Chakram bisa ditumpuk satu di sisi lain dan dilempar berulang kali. Salah satu metode yang menarik melemparkan digunakan oleh prajurit profesional adalah untuk spin Chakram pada jari telunjuk mereka, dan kemudian, dengan jentikan tajam pergelangan tangan, meluncurkan pisau berputar pada lawan mereka.

4. Chu Ko Nu
Senjata kuno lain dari Cina, chu ko nu pada dasarnya nenek moyang dari senapan otomatis - ini mengorbankan jangkauan dan kekuatan menancap demi waktu isi ulang busur yang cepat.Dibuat dari kayu di atas panah diletakkan 10 anak panah yang jatuh ke tempatnya ketika tuas persegi panjang di bagian belakang ditarik kembali setelah menembakkan anak panah. Satu fakta menarik adalah bahwa chu ko nu terakhir dilihat penggunaannya dalam perang Sino-Jepang dari 1894-1895,padahal di tahun sebelumnya telah ditemukan senjata api. Panah bisa menembakkan rata-rata total 10 anak panah dalam waktu 15 detik.Yang bila dibandingkan dengan kecepatan reload busur normal , adalah peningkatan kecepatan reload yang besar.
Untuk efektivitas ditambahkan, pada beberapa anak panah Chu Ko Nu dengan racun dari bunga aconite yang sangat mematikan,yang juga dikenal sebagai wolfsbane.

3. Sarang Lebah
 
Sekarang aku harus menyerahkannya ke Cina, senjata mereka telah membuat empat entri dalam daftar saya. Tempat ketiga diambil oleh sarang lebah, atau api terbang.Pada dasarnya itu adalah wadah kayu diisi dengan tabung dalam bentuk segi enam, yang, bila dilihat dari depan, memberi penampilan senjata seperti sarang lebah besar.Di dalam masing-masing tabung adalah panah roket.Meluncurkan roket-roket panah dengan kekuatan dan jangkauan dari busur tradisional. 32 anak panah dapat diluncurkan dari sarang sekaligus.Prajurit dari kekaisaran Cina biasanya akan menembakkan ribuan sarang lebah 'sekaligus,yang akan membunuh banyak musuh dalam hitungan detik.

2. Katar
Ini senjata dari India memberikan pemiliknya cakar wolverine,meski tidak dibuat dari logam adamantium kayak punya Wolverine X-men.
Katar, sekilas memiliki pisau tunggal, namun ketika pemicu pada pegangan berbentuk h diaktifkan, pisau itu akan dibagi menjadi tiga, satu di tengah dan satu di setiap sisi.Tiga pisau tidak hanya membuat senjata lebih efektif menusuk dan pemotongan, tetapi mereka juga mengintimidasi dan / atau mengejutkan lawan.Posisi pisau itu pada pegangan juga memungkinkan untuk dengan mudah memblokir serangan.Desain yang tidak biasa inimempunyai tujuan lain - pisau penusuk dengan tiga ujung ini bisa dengan mudah menembus semua jenis baju besi prajurit di Asia dengan mudah.

1. Zhua
Saat melihat perangkat sangat aneh itu tampak lebih dari cukup untuk meyakinkan saya bahwa itu layak menjadi nomor satu di daftar ini. Namun senjata lain dari Cina ini , besi mencolok zhua itu berbentuk "tangan besi" seperti cakar yang tajam yang akan menusuk kuku daging, dan kemudian melepasnya dari tubuh.Berat dari zhua sudah cukup untuk membunuh lawan, tapi cakar membuatnya lebih mematikan.Ketika dikerahkan oleh seorang profesional, dapat digunakan untuk menarik prajurit dari kuda mereka.Tetapi penggunaan utama dari zhua adalah untuk menarik perisai musuh, meninggalkan mereka terkena cakar tangan besi.

Thursday, December 8, 2011

Foto dan Video Pesawat Siluman AS Yang Dijatuhkan Di Iran


Sebuah foto tak bertanggal yang diterima 8 Desember 2011 menunjukkan US RQ-170 pesawat mata-mata tak berawak ditampilkan di depan bendera dengan script Persia yang berbunyi "Ganyang Amerika Serikat (atas), ambruklah Israel dan ambruklah Inggris (bawah)" di Iran.
Iran mengatakan pada hari Minggu telah menangngkap Pesawat tak berawak AS itu diprogram untuk secara otomatis kembali ke pangkalan bahkan jika data link-nya hilang, para pejabat AS mengatakan pesawat tak berawak kemungkinan malfungsi dan tidak jatuh oleh serangan elektronik Iran.



TV pemerintah Iran pada hari Kamis menunjukkan gambar seorang pesawat tak berawak AS ditembak jatuh oleh pasukan Iran di wilayah timur empat hari lalu.



Para Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Aerospace Komandan Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh mengatakan dalam laporan yang ditunjukkan oleh stasiun TV IRIB bahwa "baru-baru ini, dengan bantuan intelijen yang dikumpulkan dan dengan monitoring elektronik yang akurat, mereka mengetahui bahwa pesawat itu memasuki ruang udara untuk memata-matai Iran. "

"Setelah drone itu menyusupi di wilayah udara Iran bagian timur, pesawat itu terjebak oleh sistem elektronik dari angkatan bersenjata Iran dan jatuh dengan sesedikit kerusakan ," kata Hajizadeh.

Media Iran melaporkan hari Minggu bahwa militer Iran menjatuhkan sebuah pesawat pengintai RQ-170 tak berawak AS di bagian timur negara itu setelah menemukan pesawat itu melanggar perbatasan timur.
RQ-170 pesawat adalah pesawat udara tak berawak yang telah digunakan untuk pengintaian dan pengawasan oleh Amerika Serikat di Afghanistan.

Menggambarkan spesifikasi hi-tech dari pesawat yang jatuh itu, Komandan IRGC kedirgantaraan mengatakan hari Kamis bahwa para ahli militer sangat menyadari pesawat tersebut memiliki data teknologi sangat berharga.

Dengung, teknologi yang telah digunakan di B2 dan pesawat F35 juga dilengkapi dengan teknologi pengintaian yang sangat canggih dan komunikasi elektronik dan sistem radar, Hajizadeh mengatakan, menambahkan bahwa pesawat tak berawak yang dikendalikan baik oleh satelit dan stasiun berbasis di Afghanistan dan AS .

Meskipun Iran mengklaim demikian , para pejabat AS membantah bahwa pesawat itu jatuh karena serangan Iran,mereka menegaskan bahwa kejatuhan pesawat itu karena kerusakan mekanik, Wall Street Journal melaporkan.
Para pejabat AS seperti dikutip pada hari Rabu bahwa Amerika Serikat telah menanggapi hal itu dan akhirnya meluncurkan sebuah misi rahasia di Iran untuk mengambil atau menghancurkan pesawat siluman yang jatuh pekan lalu, karena takut bahwa tindakan tersebut bisa memprovokasi peperangan dengan Iran.

Wednesday, December 7, 2011

Peran CIA Dibalik Sejarah dan Pemberontakan Di Indonesia


Diskursus tentang CIA dan peranannya dalam perjalanan sejarah bangsa ini kembali mengemuka ketika buku Tim Werner berjudul “Legacy of Ashes” diterbitkan dalam bahasa Indonesia dan menyinggung tentang direkrutnya Adam Malik menjadi agen CIA. Polemik pun merebak. Ada yang percaya, ada yang tidak. Dan seperti juga kasus lainnya di negeri ini, kontroversi itu pun segera menguap, berakhir tanpa ending yang jelas. Fakta inilah yang membuat banyak orang luar menyebut bangsa ini memiliki memori yang amat pendek.

Di sini Kami tidak secara khusus menyoroti polemik tersebut, namun Kami akan mencoba untuk menelusuri jejak-jejak CIA di dalam merecoki perjalanan sejarah Indonesia sampai kini. Semoga apa yang Kami paparkan bisa menambah wawasan dan meningkatkan kewaspadaan kita semua. Amien.

Negasi Komunisme

Kemenangan kaum komunis dalam Revolusi Merah Oktober 1917 telah mencemaskan AS. Sejak itu pula, AS merancang satu strategi untuk menghancurkan Rusia. “Tanggal 8 Januari 1918, Presiden AS Woodrow Wilson mengumumkan Program 14 Pasal. Dalam suatu komentar rahasia mengenai program ini, Wilson mengakui jika usaha menghancurkan dan mencerai-beraikan Soviet Uni sudah direncanakan. ” (Vsyemirnaya Istoria 1961, VIII:82). Dan kita tahu, baru pada tahun 1992 Soviet hancur.
Presiden AS Woodrow Wilson
Rencana Wilson saat itu tidak bekerja dengan efektif disebabkan fokus kerja intelijen yang kurang, depresi besar 1930, dan Perang Dunia I dan II. Barulah usai Perang Dunia II AS sungguh-sungguh menyadari betapa Soviet harus dihadapi dengan serius.

Truman Doctrine untuk mengepung penyebaran komunisme dikeluarkan pada 1947. Disusul dengan Marshall Plan tahun berikutnya guna membangun kembali Eropa dari puing-puing akibat PD II. Indonesia (istilah dulu “Hindia Belanda”) merupakan satu-satunya wilayah koloni Eropa yang dicakup dalam rencana dasar Marshall Plan. Akibatnya, bantuan keuangan AS kepada Belanda menyebabkan Den Hag mampu untuk memperkuat genggamannya atas Indonesia. Belanda melancarkan embargo ekonomi terhadap pemerintah RI yang berpusat di Yogya kala itu.

Bukan itu saja, Washington juga secara rahasia ikut membantu militer Belanda untuk menjajah kembali Indonesia. “Ketika tentara kerajaan Belanda kembali datang ke Jawa dan Sumatera pada musim semi 1946, banyak serdadu Belanda mengenakan seragam marinir AS dan mengendarai jeep Angkatan Darat AS.” (Gouda and; Zaalberg: Indonesia Merdeka Karena Amerika?, Politik Luar Negeri AS dan Nasionalisme Indonesia 1920-1949; 2008). Bahkan AS diyakini turut membantu Belanda dalam serangan militer Belanda II atas Yogya pada 18 Desember 1948 (Dorling and; Lee; Australia and Indonesia’s Independence vol.2: The Renville Agreement: 1996).

Perhatian AS terhadap Indonesia sangat besar sejak sebelum Perang Dunia II disebabkan letaknya yang sangat strategis dan kandungan kekayaan alam yang luar biasa. Sebab itu, menjadikan Indonesia sebagai “wilayah yang bersahabat” dipandang sangat penting bagi AS. George F. Kennan, Direktur Policy Planning Staff (PPS), pernah berkata kepada Menteri Luar Negeri AS George C. Marshall pada 17 Desember 1948, “Persoalan paling penting dalam pergulatan kita dengan Kremlin sekarang adalah persoalan Indonesia.” (Gouda & Zaalberg; p.35).

Kelahiran NATO
NATO

Guna membendung pengaruh komunisme Soviet di Eropa maka AS mendirikan North Atlantic Treaty Organization (NATO) pada 4 April 1949. Tanggal 1 Oktober 1949 RRC komunis di bawah Mao Tse Tung berdiri. Perang Korea (1950) memaksa tentara AS yang di bawah panji PBB berhadapan langsung melawan tentara RRC yang membantu Korea Utara. Hal ini menjadikan AS merasa perlu untuk mendirikan Southeast Asia Treaty Organization (SEATO). Kian jelas, NATO dimaksudkan sebaga politik pembendungan terhadap Uni Soviet, sedangkan SEATO ditujukan sebagai politik pembendungan terhadap RRC (Soebadio; Hubungan Indonesia Amerika Dasawarsa ke II Tahun 1955-1965; 2005). Di penghujung 1950, RRC dan Uni Soviet menjalin hubungan yang erat. Ini kian mencemaskan AS yang bernafsu menciptakan dunia sebagai pasar bebas yang besar bagi dirinya, dan juga penguasaan atas wilayah-wilayah yang kaya akan sumber daya alam seperti Indonesia. Sebab itu, Menlu AS Dean Acheson di penghujung 1950 merumuskan kebijakan politik luar negeri AS untuk Asia Pasific. AS menjalin perjanjian dengan sejumlah negara di wilayah tersebut.

Pada 8 September 1951, As mendirikan pangkalan militer di Okinawa-Jepang, Pangkalan Clark dan; Subic di Philipina berdiri pada 30 Agustus 1951, ANZUS (Australia, New Zealand, and United States) berdiri pada 1 September 1951, Korea Selatan pada 1 Oktober 1953, dan Taiwan pada 2 Desember 1954 (Brown; American Security Policy in Asia; Adelphi Papers 132; 1977)

Semua perkembangan global di atas telah dipelajari dengan seksama oleh Soekarno yang sejak muda gandrung pada persatuan Indonesia yang merdeka, berdaulat secara politik dan ekonomi, dan mandiri. Soekarno tahu jika negerinya ini menyimpan kekayaan alam yang luar biasa. Sebab itu dia sungguh-sungguh paham jika suatu hari Indonesia akan mampu untuk tumbuh menjadi sebuah negeri yang besar dan makmur. Sikap Soekarno inilah yang membuatnya menentang segala bentuk Neo Kolonialisme dan Imperialisme (Nekolim) di mana AS menjadi panglimanya.

Amerika Serikat Yang Tidak Bisa Dipercaya

Dalam pandangan Soekarno, Soviet lebih bisa dipercaya ketimbang AS karena Soviet belum pernah menjadi negara kolonial di luar negeri, sebaliknya Inggris dan Perancis adalah bekas negara-negara kolonial yang bersekutu dengan AS (Soebadio: p.42). Sebab itu, Indonesia menentang usaha AS menjadikan negara-negara Asia Pasifik sebagai bonekanya (dengan mendirikan pangkalan militer di wilayahnya masing-masing) dan menjalin kerjasama dengan Soviet dalam kedudukan yang setara. Apalagi Soekarno tahu jika AS membantu Belanda untuk menjajah kembali Indonesia. Hal ini menjadikan AS bernafsu untuk menumbangkan segera Soekarno.

7 Desember 1957, Panglima Operasi AL-AS Laksamana Arleigh Burke memerintahkan Panglima Armada ke-7 (Pacific) Laksamana Felix Stump menggerakkan kekuatan AL-AS yang berbasis di Teluk Subic untuk merapat ke Indonesia dengan kecepatan penuh.
Atas sikap keras kepala Soekarno yang tidak mau tunduk pada keinginan AS guna membentuk Pax-Pacific untuk melawan kekuatan komunisme, dan di sisi lain juga berarti menentang tunduk pada sistem kapitalisme yang merupakan induk dari kolonialisme dan imperialisme di mana AS menjadi panglimanya, maka tidak ada jalan lain bagi Amerika untuk menundukkan Soekarno kecuali menyingkirkannya.

Soemitro Djojohadikusumo dan Soedjatmoko

Sejak akhir 1940-an, AS sesungguhnya sudah mengamati gerak-gerik dua tokoh PSI bernama Soemitro Djojohadikusumo dan Soedjatmoko yang berasal dari kalangan elit. AS mengetahui jika keduanya menentang sikap Soekarno. Baik Soedjatmoko maupun Sumitro diketahui menyambut baik Marshall Plan. Bahkan Soedjatmoko berkata, “Strategi Marshall Plan untuk Eropa tergantung pada dapat dipergunakannya sumber-sumber alam Asia.” Koko, demikian panggilan Soedjatmoko, bahkan menawarkan suatu model Indonesia yang terbuka untuk bersekutu dengan Barat. Awal 1949, Sumitro di School of Advanced International Studies yang dibiayai Ford Foundation menerangkan jika pihaknya memiliki model sosialisme yang membolehkan dieksploitasinya kekayaan alam Indonesia oleh Barat ditambah dengan sejumlah insentif bagi modal asing (Suroso; Bung Karno, Korban Perang Dingin; 2008.p.301. Lihat juga Weisman dan Djojohadikoesoemo 1949: 9).

David Ransom dalam “Mafia Berkeley dan Pembunuhan Massal di Indonesia: Kuda Troya Baru dari Universitas-Universitas di AS Masuk ke Indonesia” (Ramparts; 1971) menulis:

“Di New York, keduanya dibesarkan oleh satu kelompok yang berhubungan erat dengan apa yang biasa disebut Vietnam Lobby, yang menempatkan Ngo Dinh Diem sebagai Kepala Negara Vietnam yang pro AS. Lobi tersebut, di antaranya ada Norman Thomas, terdiri dari anggota-anggota Komite Kemerdekaan untuk Vietnam dan juga Liga India. Mereka merupakan pelopor Sosialis Kanan (Soska) dunia. “Kita harus berusaha agar usaha-usaha dan kegiatan-kegiatan AS untuk membentuk pemerintah non-komunis di Asia paska PD II jangan sampai ketahuan ketidakwajarannya”, ujar Robert Delson, anggota Liga yang juga Lawyer di Park Avenue. Delson adalah penasehat hukum untuk Indonesia di AS.”

Orang ini, tulis Ransom, selalu menemani dan membawa Sumitro dan Koko keliling AS dan memperkenalkannya kepada sahabat-sahabatnya di Americans for Democratic Action (ADA) yang juga Soska dan berpengaruh dalam sikap polittik luar negeri AS.
Konnferensi Meja Bundar

Usai KMB 1949, Sumitro pulang ke Jakarta dan diangkat sebagai Menteri Perdagangan dan Industri, dan kemudian juga sebagai Menteri Keuangan dan Dekan Fakultas ekonomi Universitas Indonesia. Sikap Sumitro dan kawan-kawan PSI-nya yang mendukung investasi Belanda di Indonesia merdeka tidak populer di mata rakyat yang nasionalismenya tengah bergelora. Akhirnya pada Pemilu 1955, PSI hanya mendapat suara yang kecil.

Nasionalisasi Aset - Aset Belanda di Indonesia

Pada 1957, untuk memperkuat perekonomian nasional, Bung Karno mengambil langkah berani dengan menasionalisasi aset-aset milik Belanda. Rakyat mendukung penuh langkah ini. Namun Soemitro dan rekan-rekannya dengan berani menentang Bung Karno dan malah bergabung dengan para pemberontak PRRI/PERMESTA yang didukung penuh CIA. Edisi Koleksi Angkasa berjudul “Dirty War, Mesiu di Balik Skandal Politik dan Obat Bius” (juga buku David Wise & Thomas B. Ross: Pemerintah ‘Bayangan’ Amerika Serikat: 2007) memaparkan keterlibatan CIA dalam peristiwa ini: Dalam waktu bersamaan, November 1957, terjadi percobaan pembunuhan terhadap Bung Karno yang dikenal dengan peristiwa Cikini. Bung Karno selamat namun 9 orang tewas dan 45 orang disekelilingnya luka. Pemerintah kala itu mendeteksi jika tindakan makar tersebut didalangi oleh komplotan ektrem kanan yang dimotori Letkol Zulkifli Loebis, pendiri Badan Rahasia Negara Indonesia (BraNI), cikal bakal BIN, dan didukung CIA. Dengan tegas Bung Karno mengatakan jika CIA berada di belakang usaha-usaha pembunuhan terhadap dirinya.

Tudingan Bung Karno terbukti. Dalam satu sesi pertemuan Komite Intelijen Senat AS yang diketuai Senator Frank Church dengan Richard Bissel Jr—mantan wakil Direktur CIA bidang perencanaan operasi—22 tahun kemudian terungkap jika saat itu nama Soekarno memang sudah masuk dalam target operasi Direktur CIA, Allan Dulles.


Dukungan Besar CIA Pada Pemberontakan PRRI/PERMESTA

Dalam operasi mendukung PRRI/PERMESTA, AS menurunkan kekuatan yang tidak main-main. CIA menjadikan Singapura, Filipina (Pangkalan AS Subic & Clark), Taiwan, dan Korea Selatan sebagai pos suplai dan pelatihan bagi pemberontak. Dari Singapura, pejabat Konsulat AS yang berkedudukan di Medan, dengan intensif berkoordinasi dengan Kol. Simbolon, Sumitro, dan Letkol Ventje Soemoeal.

Dalam artikel berjudul “PRRI-PERMESTA, Pemberontakan Para Kolonel” yang ditulis Santoso Purwoadi (Angkasa: Dirty War) dipaparkan jika pada malam hari, 7 Desember 1957, Panglima Operasi AL-AS Laksamana Arleigh Burke memerintahkan Panglima Armada ke-7 (Pacific) Laksamana Felix Stump menggerakkan kekuatan AL-AS yang berbasis di Teluk Subic untuk merapat ke Indonesia dengan kecepatan penuh tanpa boleh berhenti di mana pun. Satu divisi pasukan elit AS, US-Marine, di bawah pengawalan sejumlah kapal penjelajah dan kapal perusak disertakan dalam misi tersebut. Dalih AS, pasukan itu untuk mengamankan instalasi perusahaan minyak AS, Caltex, di Pekanbaru, Riau.

Kepada para pemberontak, selain memberikan ribuan pucuk senjata api dan mesin, lengkap dengan amunisi dan aneka granat, CIA juga mendrop sejumlah alat perang berat seperti meriam artileri, truk-truk pengangkut pasukan, aneka jeep, pesawat tempur dan pembom, dan sebagainya. Bahkan sejumlah pesawat tempur AU-Filipina dan AU-Taiwan seperti pesawat F-51D Mustang, pengebom B-26 Invader, AT-11 Kansan, pesawat transport Beechcraft, pesawat amfibi PBY 5 Catalina dipinjamkan CIA kepada pemberontak. Sebab itulah, pemberontak bisa memiliki angkatan udaranya sendiri yang dinamakan AUREV (AU Revolusioner). Beberapa pilot pesawat tempur tersebut bahkan dikendalikan sendiri oleh personil militer AS, Korea Selatan, Taiwan, dan juga Filipina.

Pesan rahasia CIA kepada para pimpinan PPRI agar sebelum mundur dari Riau mereka meledakkan instalasi kilang minyak Caltex dulu, agar dua batalyon US Marine yang sudah menunggu di perairan Dumai bisa mendarat dan menghantam pasukan Yani, dan setelah itu berencana merangsek ke Jakarta guna menumbangkan Soekarno, sama sekali tidak sempat dilakukan para pemberontak.


AGEN CIA TERTANGKAP BASAH

Awalnya pemerintah AS membantah keterlibatannya dalam pemberontakan PRRI/PERMESTA. Namun sungguh ironis, tidak sampai tiga pekan setelah Presiden Eisenhower menyatakan hal itu, pada 18 Mei 1958, sebuah pesawat pengebom B-29 milik AS ditembak jatuh oleh sistem penangkis serangan udara Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI), setelah pesawat itu membombardir sebuah pasar dan landasan udara Ambon. Sebuah kapal laut milik ALRI juga menjadi korban (Soebadio: Hubungan Indonesia Amerika Dasawarsa ke II Tahun 1955-1965; 2005; h. 73).
“Sejumlah rakyat sipil, yang sedang berada di gereja pada acara Kamis Putih, terbunuh dalam serangan di komunitas Kristen tersebut,” tulis David Wise & Thomas B. Ross dalam “The Invisible Government: Pemerintah Bayangan Amerika Serikat” (2007; h. 180). Pilot tempur pesawat tersebut, Allan Lawrence Pope berhasil ditangkap hidup-hidup.
 Awalnya, AS lewat Dubes Howard P. Jones berkilah jika Pope merupakan warganegara AS yang terlibat sebagai tentara bayaran, namun pemerintah RI mendapatkan banyak bukti jika Pope merupakan agen CIA yang sengaja ditugaskan membantu pemberontakan guna menggulingkan Bung Karno.

“Pope bukanlah seorang tentara bayaran. Dia terbang atas perintah CIA, yang secara diam-diam mendukung para pemberontak yang mencoba menggulingkan Soekarno… Dalam konferensi pers di Jakarta, 27 Mei, yang digelar oleh Letkol Herman Pieters, Pemimpin Komando Militer Maluku dan Irian Barat di Ambon, menyatakan… 300 sampai 400 tentara AS, Filipin a, dan nasionalis Cina membantu pemberontakan itu.” (Wise & Rose; h.180)

Ancaman AS dibalas Dengan Ancaman Balik Oleh Bung Karno

Atas gertakan AS yang sampai mengerahkan kekuatan dua batayon US Marine dengan Armada ke-7nya ke perairan Riau, Bung Karno sama sekali tidak gentar dan balik mengancam AS agar jangan ikut campur terlalu jauh ke dalam masalah internal NKRI. “AS jangan sampai bermain api dengan Indonesia. Jangan biarkan kekurangpahaman Amerika menyebabkan meletusnya Perang Dunia Ketiga!”

Bung Karno segera mengirim satu pasukan besar di bawah pimpinan Ahmad Yani untuk melibas para pemberontak di Sumatera. Saat itu RRC telah menyiapkan skuadron udaranya serta ribuan tentara regulernya untuk bergerak ke Indonesia guna membantu Soekarno memadamkan pemberontakan yang didukung CIA tersebut, namun Bung Karno menolaknya. “Kekuatan angkatan perang kami masih mampu menghadapi para pemberontak itu,” ujarnya. Dan hal itu terbukti, hanya dalam hitungan jam setelah pasukan Ahmad Yani mendarat di Pekanbaru, Padang, serta Bukit Tinggi—pusat konsentrasi para pemberontak—maka kota-kota penting itu pun direbut tanpa perlawanan yang berarti.

Bahkan pesan rahasia CIA kepada para pimpinan pemberontak agar sebelum mundur dari Riau mereka meledakkan instalasi kilang minyak Caltex dulu, agar dua batalyon US Marine yang sudah menunggu di perairan Dumai bisa mendarat dan menghantam pasukan Yani, dan setelah itu berencana merangsek ke Jakarta guna menumbangkan Soekarno, sama sekali tidak sempat dilakukan para pemberontak. (Edisi Koleksi Angkasa: Dirty War; h.48). Juni 1958, pemberontakan ini berhasil ditumpas.

Sumitro Djojohadikusumo dan sejumlah tokoh yang terlibat pemberontakan melarikan diri ke Singapura dan dari ‘Basis Israel di Asia Tenggara’ itulah, kelompok ini terus menggerogoti kekuasaan Bung Karno dan berusaha agar Indonesia bisa tunduk pada kepentingan kolonialisme dan imperialisme baru (Nekolim) AS.

Operasi Dua Muka AS

Walau awalnya AS membantah keterlibatannya, namun setelah tidak akif lagi di Indonesia, mantan Dubes AS Howard P. Jones mengakui jika dirinya tahu jika CIA ada di belakang pemberontakan itu. Hal ini ditegaskan Jones dalam memoarnya “Indonesia: The Possible Dream” (1990; h.145). Upaya CIA menumbangkan Bung Karno selalu menemui kegagalan. Dari membuat film porno “Bung Karno”, sampai dengan upaya pembunuhan dengan berbagai cara. Hal ini menjadikan CIA harus bekerja ekstra keras. Apalagi Bung Karno secara cerdik akhirnya membeli senjata dan peralatan militer ke negara-negara Blok Timur dalam jumlah besar, setelah AS menolak memberikan peralatan militernya. AS tentu tidak ingin Indonesia lebih jauh bersahabat dengan Blok Timur. Sebab itu, setelah gagal mendukung PRRI/PERMESTA, sikap AS jadi lebih lunak terhadap Indonesia.

19 Agustus 1958, AS akhirnya mengeluarkan pengumuman resmi jika pihaknya bersedia menjual senjatanya kepada Indonesia. “Dalam waktu enam bulan, kurang lebih 21 batalyon Indonesia telah diperlengkapi dengan senjata-senjata ringan Amerika,” (Jones; h. 154)

Namun walau di permukaan AS tampak kian melunak, sesungguhnya AS tengah melancarkan ‘operasi dua muka’ terhadap Indonesia. Di permukaan AS ingin terlihat memperbaharui hubungannya dengan Bung Karno, namun diam-diam CIA masih bergerak untuk menumbangkan Bung Karno dan menyiapkan satu pemerintah baru untuk Indonesia yang mau tunduk pada kepentingan Amerika. Ini termuat dalam dokumentasi laporan Hugh S. Cumming, Kepala Kementerian Pertahanan dan CIA, kepada National Security Council (NSC) pada 3 September 1958. (Suroso; Bung Karno Korban Perang Dingin; 2008; h. 331). Senjata-senjata AS banyak yang dikirim kepada Angkatan Darat, dibanding angkatan lainnya dengan pertimbangan dari analisa agen-agen CIA bahwa elemen ini lebih bisa diajak bekerjasama dengan AS ketimbang elemen lainnya.

Di sisi lain, CIA juga menggarap satu proyek membangun kelompok elit birokrat baru yang pro-AS yang kini dikenal sebagai ‘Berkeley Mafia’. Sumitro dan Soedjatmoko merupakan tokoh penting dalam kelompok ini. Bahkan di awal tahun 1960-an, tokoh-tokoh Mafia Berkeley ini bisa mengajar di Seskoad dan menjalin komunikasi intens dengan sekelompok perwira Angkatan Darat yang memusuhi Panglima Tertinggi/Presiden Soekarno, yang diantaranya adalah Suharto yang kelak berkuasa setelah Bung Karno ditumbangkan di tahun 1965. (untuk hal ini lebih lanjut silakan baca artikel David Ransom: “Mafia Berkeley dan Pembunuhan Massal di Indonesia, Kuda Troya Baru dari Universitas-Universitas di Amerika Serikat Masuk ke Indonesia”; Ramparts; 1971).

Tumbangnya Sukarno, Kabar Gembira Buat Washington

Tumbangnya Soekarno dan naiknya Jenderal Suharto disambut gembira Washingon. Presiden AS Richard M. Nixon sendiri menyebut hal itu sebagai “Terbukanya upeti besar dari Asia”.

Untuk membangun satu kelompok militer—terutama Angkatan Darat—di Indonesia yang ‘baru’ (baca: pro Amerika), AS menyelenggarakan pendidikan militer untuk para perwira Indonesia ini di Fort Leavenworth, Fort Bragg, dan sebagainya. Pada masa antara 1958-1965 jumlah perwira Indonesia yang mendapat pendidikan ini meningkat menjadi 4.000 orang. (Suroso; 2008; h. 373)

Selain militer, AS juga membangun satu kelompok elit birokrat di Universitas-Universitas AS seperti di Berkeley, MIT, Harvard, dan sebagainya, yang dikenal sebagai Mafia Berkeley. Kedua elemen ini binaan AS ini (kelompok perwira AD yang dipimpin Suharto dan kelompok birokrat yang tergabung dalam ‘Mafia Berkeley’ pimpinan Sumitro) kelak berkuasa di Indonesia setelah Soekarno ditumbangkan. Inilah cikal bakal Orde Baru (The New Order). Amerika Serikat sendiri juga dikenal sebagai pemimpin Orde Dunia Baru (The New World Order).

Sejak kegagalan mendukung PRRI/PERMESTA, National Security Council (NSC) lewat CIA terus memantau perkembangan situasi Indonesia secara intens. Sejumlah lembaga-lembaga sipil dan militer AS juga sangat aktif menggodok orang-orang Indonesia yang dipersiapkan duduk di kursi kekuasaan paska Soekarno.

Sebuah memorandum CIA yang dipersiapkan untuk State Department yang dikeluarkan di Washington, 18 September 1964 berjudul Prospek Untuk Aksi Rahasia berisi 18 point, dalam point ke-16 antara lain berbunyi:

…Seberapa jauh kita dapat melakukan usaha memecah PKI dan lebih penting lagi, untuk mengadu PKI melawan elemen non-komunis, khususnya dengan Angkatan Darat? Sampai sejauh mana, bila dimungkinkan, kita harus menyerang Soekarno? Apakah tidak dapat terpikirkan untuk menggerakkan tekanan internal seperti membangkitkan kerusuhan Cina tahun lalu, dan di bawah syarat-syarat tertentu mungkin akan memaksa Angkatan Darat untuk meraih kekuasaan besar guna memulihkan keamanan dan ketertiban? Kita tidak ingin nampak terlalu ambisius dalam hal ini. Tapi jika kita membangun program yang didalamnya terdapat bentuk [kurang dari 1 baris teks sumber tidak dideklasifikasikan] sebagai supplement di dalam perkembangan politik jangka panjang. Penting sekali mengetahui kemana kita akan berjalan dan mampu menuntut kemungkinan segala konsekuensinya dari segala usaha kita. Saat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini adalah sekarang, tidak ada nanti…” (Dokumen CIA: Melacak Penggulingan Soekarno dan Konspirasi G30S 1965; 2007).

Demikianlah. Sudah banyak literatur dan dokumen yang membongkar keterlibatan CIA di dalam peristiwa Oktober 1965, yang pada akhirnya menjatuhkan Soekarno dan menaikkan Jenderal Suharto. Atas nama pembersihan kaum komunis di negeri ini, CIA turut menyumbang daftar nama kematian (The Dead List) yang berisi 5.000 nama tokoh dan kader PKI di Indonesia kepada Jenderal Suharto. Orang yang dijadikan penghubung antara CIA dan Suharto dalam hal ini adalah Adam Malik (lihat tulisan Kathy Kadane, seorang lawyer dan jurnalis State News Service, berjudul “Para Mantan Agen Berkata: CIA Menyusun Daftar Kematian di Indonesia”; Herald Journal, 19 Mei 1990. Artikel yang sama dimuat di San Fransisco Examiner, 20 Mei 1990; di Washington Post, 21 Mei 1990; dan di Boston Globe, 23 Mei 1990). CIA memang memberi daftar kematian sejumlah 5.000 orang, namun fakta di lapangan jauh di atas angka itu. Kol. Sarwo Edhie, Komandan RPKAD saat itu yang memimpin operasi pembersihan ini, terutama di Jawa Tengah dan Timur, menyebut angka tiga juta orang yang berhasil dihabisi. Bukan tokoh PKI saja yang dibunuh, namun juga orang-orang kecil yang tidak tahu apa-apa yang menjadi korban politik kotor konspiratif antara CIA dengan para ‘local army friend’.

Terbukanya Upeti Besar dari Asia

Tumbangnya Soekarno dan naiknya Jenderal Suharto disambut gembira Washingon. Presiden AS Richard M. Nixon sendiri menyebut hal itu sebagai “Terbukanya upeti besar dari Asia”. Indonesia memang laksana peti harta karun yang berisi segala kekayaan alam yang luar biasa. Jika oleh Soekarno kunci peti harta karun ini dijaga baik-baik bahkan dilindungi dengan segenap kekuatan yang ada, maka oleh Jenderal Suharto, kunci peti harta karun ini malah digadaikan dengan harga murah kepada Amerika Serikat.


“Salah satu hal yang paling prinsipil dari pergantian kepemimpinan di Indonesia, dari Soekarno ke Suharto adalah bergantinya karakter Indonesia dari sebuah bangsa yang berusaha menerapkan kemandirian berdasarkan kedaulatan dan kemerdekaan, menjadi sebuah bangsa yang bergantung pada kekuatan imperialisme dan kolonialisme Barat,” demikian Suar Suroso (Bung Karno, Korban Perang Dingin; 2008).

Prosesi digadaikannya seluruh kekayaan alam negeri ini kepada jaringan imperialisme dan kolonialisme Barat terjadi di Swiss, November 1967. Jenderal Suharto mengirim sat tim ekonomi dipimpin Sultan Hamengkubuwono IX dan Adam Malik. Tim ini kelak disebut sebagai Mafia Berkeley, menemui para CEO korporasi multinasional yang dipimpin Rockefeller. Dalam pertemuan inilah tanah Indonesia yang kaya raya dengan bahan tambang dikapling-kapling seenaknya oleh mereka dan dibagikan kepada korporasi-korporasi asing, Freeport antara lain mendapat gunung emas di Irian Barat, demikian pula yang lainnya. Bahkan landasan legal formal untuk mengeksploitasi kekayaan alam Indonesia pun dirancang di Swiss ini yang kemudian dikenal sebagai UU Penanaman Modal Asing tahun 1967 (John Pilger; The NewRulers of the World). Dan jangan lupa, semua COE korporasi asing tersebut dikuasai oleh jaringan Yahudi Internasional.

Dalam fase awal kekuasaannya, Jenderal Suharto didampingi oleh dua tokoh Orde Baru, sama-sama Amerikanis, yakni Adam Malik dan Sultan Hamengkubuwono IX. Mereka ini dikenal sebagai Triumvirat Orde Baru.

Dalam tulisan berikutnya akan disorot jejak CIA di dalam masa kekuasaan Jenderal Suharto, di mana bukan hanya CIA yang diajak masuk ke Indonesia namun juga nantinya MOSSAD, sebagaimana telah ditulis dengan jelas di dalam Memoirnya Jenderal Soemitro, mantan Pangkopkamtib.

Pada Juli 1966, seorang pejabat CIA, bernama Clarence “Ed” Barbier mendarat di Jakarta. Jabatan resminya adalah Asisten Khusus Duta Besar AS.

David Ransom, di dalam artikel “Mafia Berkeley dan Pembunuhan Massal di Indonesia, Kuda Troya Baru dari Universitas-Universitas di Amerika Serikat Masuk ke Indonesia” (Ramparts; 1971), dengan jujur memaparkan bagaimana AS lewat CIA membangun satu kelompok elit baru guna memimpin satu Indonesia yang tunduk pada kepentingan kekuatan Neo-Imperialisme dan Neo-Kolonialisme Barat. Bahkan sesungguhnya, Amerikalah yang merancang dan menyusun strategi pembangunan nasional negeri ini yang dikenal dengan istilah Rencana Pembangunan Lima Tahunan (Repelita) lewat satu tim asistensi CIA dan sejumlah think-tank AS yang bekerja di belakang para teknokrat dan birokrat rezim Orde Baru.

Para pejabat pendiri Orde Baru seperti Adam Malik, Sumitro, Soedjatmoko, dan sebagainya memang dikenal amat dekat dengan para pejabat AS, baik yang bekerja di Jakarta maupun Washington. Lewat CIA, AS telah memanfaatkan para pejabat Indonesia anti Soekarno ini untuk memuluskan kepentingannya. Bahkan Tim Werner dalam “Legacy of Ashes: A History of CIA” (2007) menulis jika Adam Malik telah direkrut menjadi agen CIA lewat pengakuan seorang mantan agen CIA bernama McAvoy. Walau yang terakhir ini sempat jadi polemik, namun kedekatan Adam Malik—dan kawan-kawan-dengan para pejabat AS saat itu adalah suatu fakta sejarah.

Pada Juli 1966, seorang pejabat CIA, bernama Clarence “Ed” Barbier mendarat di Jakarta. Jabatan resminya adalah Asisten Khusus Duta Besar AS. “Eufismisme diplomatik ini biasanya dikhususkan bagi Kepala Stasiun CIA yang secara terbuka menyatakan hal ini kepada negara penerima… Dua kepala stasiun sebelumnya tidak diberitahukan secara resmi kepada pemerintah Soekarno dan hanya terdaftar sebagai ‘Sekretaris Pertama/Politik’, suatu jabatan untuk menyamarkan kepala perwakilan ini di antara para diplomat resminya,” tulis Ken Conboy dalam “Intel: Menguak Tabir Dunia Intelijen Indonesia” (2007; h. 47-48).

Barbier yang fasih Bahasa Jepang dan bekerja pada intelijen AL-AS pada Perang Dunia II sebelumnya bertugas di Pacific. Dari lembaga intel AL-AS, Barbier dipindahkan ke CIA di awal berdirinya dan bertugas mengawasi jalur komunikasi dinas intelijen Vietnam Selatan.

Salah satu operasi rahasia CIA di Indonesia di awal era Orde Baru adalah operasi HABRINK, yang berbasis di Konsulat AS di Surabaya. Saat itu, rezim Suharto ‘menerima’ warisan perlengkapan dan persenjataan perang dari negara-negara Blok Timur seperti Chekoslovakia dan Soviet. Kebetulan, AS tengah berperang di medan tempur Indocina dan menghadapi pihak lawan yang menggunakan peralatan perang seperti yang ada di Indonesia.

“Operasi rahasia yang digelar pada 1967 ini bertujuan untuk mendapatkan detil teknis dan juga contoh barang perlengkapan militer Soviet seperti Rudal SA-2, kapal selam kelas Whiskey, kapal perang jenis Riga, dan pesawat pembom Tu-16. Operasi ini dibuka kepada umum ketika salah seorang pejabat CIA yang terlibat dalam operasi ini, David Henry Bennet, dihukum pada 1980 karena diketahui telah menjual detil operasi ini kepada pihak Soviet. Hal ini berasal dari catatan Bakin Personnel File atau BPF dengan title ‘David Henry Barnett’”, tulis Conboy dalam bukunya (h.57). Clarence Barbier, demikian tulis Conboy, bekerja dengan mulus di Indonesia disebabkan kesamaan agenda antara AS dengan rezim Suharto, yakni memerangi komunisme. Dalam tugasnya, Barbier merekrut sejumlah orang Indonesia, baik militer maupun sipil. Lewat hubungan yang amat baik dengan Kolonel CPM Nicklany Soedardjo, seorang perwira didikan AS (lulusan Fort Gordon, 1961), Barbier berhasil merekrut seorang tokoh Perti (Partai Tarbiyah Indonesia) bernama Suhaimi Munaf, yang oleh Suharto dianggap dekat dengan orang-orang komunis. Suhaimi sendiri pernah ditangkap pada Februari 1967 dengan tuduhan telah melakukan kejahatan politik.

Pada sekitar Agustus 1968, menjelang kebebasan Suhaimi Munaf, Barbier meminta kepada Kol. CPM Nicklany agar melakukan serangkaian tes psikologi terhadap Suhaimi. Hasil tes menunjukkan Suhaimi memiliki mental baja, keras kepala, dan tidak mudah dipengaruhi. Hasil yang sesuai dengan keinginan CIA. Singkat cerita, Munaf berhasil direkrut CIA dan dikirim ke Pulau Buru dengan menyandang nama sandi Friendly/1. Di pulau tempat pembuangan dan penahanan orang-orang komunis ini, Suhaimi mendapat tugas untuk menjalin hubungan lagi dengan kolega kirinya baik yang berada di dalam maupun luar negeri.

Dengan memanfaatkan simpati atas penahanannya, ia mencari-cari pekerjaan di di kedutaan negara asing komunis… CIA telah menuai sukses awal dengan Friendly/1,” demikian Conboy.

Kerjasama Kol. Nicklany dengan Barbier tidak berhenti di sini saja. Pada awal 1968, Nicklany yang menjabat sebagai Asisten Intelijen Kopkamtib kepada orang-orang terdekatnya menyatakan ingin membentuk satuan tugas kontra intelijen asing, guna menangkap mata-mata asing yang beroperasi di Indonesia. “Mata-mata aing” di sini tentu saja memiliki arti sebagai mata-mata Blok Timur. Karena dengan CIA dan sekutunya, Nicklany malah bekerjasama.

Satuan tugas ini akhirnya terbentuk dengan anggota inti sebanyak enampuluh orang, sepuluh perwira aktif dan sisanya sipil, dan menyandang nama resmi “Satuan Khusus Pelaksana Intelijen” atau Satsus-Pintel, yang kemudian diringkas menjadi “Satuan Khusus Intelijen” atau Satsus-Intel.

Satuan ini mendapatkan dana dari CIA lewat Barbier termasuk gaji personelnya, lalu bantuan kendaraan untuk kegiatan pengamatan (surveilance), biaya sewa rumah-aman (safe house) di Jalan Jatinegara Timur-Jakarta, dan tape recorder mutakhir merk Sony TC-800 serta perangkat penyadap telepon canggih QTC-11. Hingga awal 1970, Satsus-Intel mendapat 16 sepeda motor, 3 sedan Mercedes, 2 Toyota Corolla, 3 Volkswagen, 1 Toyota Jeep, dan 1 Minibus Datsun dengan kaca belakang yang dilapisi penutup agar minibus ini digunakan untuk melakukan pemotretan rahasia. Semuanya dari CIA. (Conboy; h.57).
Jendral Sumitro
Pangkopkamtib Jenderal Soemitro dengan terus terang menyatakan jika pihaknya memang menjalin kerjasama yang erat dengan MOSSAD Israel, CIA, dan juga MI-6 Inggris dalam hal penumpasan komunis. “Dalam hal ini, Pak Sutopo Yuwono, Pak Kharis Suhud, dan Nicklany. Tiga orang ini yang saya izinkan.” (Soemitro, Dari Pangdam Mulawarman Sampai Pangkopkamtib; 1994; h. 251).

http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=36734

Monday, December 5, 2011

Pasukan - Pasukan Khusus Militer Islam yang Paling Disegani Di Dunia

1. Mujahidin

Seorang Mujahid (Arab: مجاهد, muǧāhid, secara harfiah adalah “pejuang keadilan” atau "pejuang-kemerdekaan") adalah seseorang yang berjuang untuk kebebasan. jamak adalah mujahidin (Arab: مجاهدين , muǧāhidīn). Kata ini dari bahasa Arab yang sama triliteral sebagai jihad atau "perjuangan". Mujahidin juga dialihaksarakan menjadi mujahidin, mujahedeen, mujahidin, mujahidin, Mudžahedin-Mudžahid (Bosnia), mujaheddīn dan varian.
Dalam bahasa Inggris, kata Mujahidin tercatat sejak tahun 1958, dari Pakistan, diadopsi dari bahasa Persia dan Arab, sebagai jamak dari mujahid "orang yang berjuang dalam jihad", dalam penggunaan modern, untuk "gerilyawan Muslim."
Pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21, istilah "mujahidin" menjadi nama berbagai pejuang bersenjata yang menganut ideologi Islam dan mengidentifikasi diri mereka sebagai mujahidin.

Mujahidin Afghanistan
Dari berbagai kelompok Muahidin yang ada di seluruh dunia, yang paling terkenal tentu saja selalu Mujahidin Afghanistan. Pada awalnya, kaum Mujahidin berperang melawan pemerintah Afghanistan yang disetir Soviet pada akhir 1970-an. Uni Soviet keluar dari Afghanistan di akhir 1980-an karena tidak kuat melawan para mujahidin.
Banyak muslim dari negara-negara lain menawarkan diri untuk membantu kelompok mujahidin di Afghanistan, dan memperoleh pengalaman yang signifikan dalam perang gerilya. Pada periode ini, Mujahidin yang paling terkenal adalah Abdullah bin Azzam.

Mujahidin Bosnia-Herzegovina
Mujahidin lahir di Bosnia selama perang Bosnia 1992-1995 setelah pembantaian yang dilakukan oleh tentara Serbia terhadap Muslim sipil Bosnia. Jumlah kaum Mujahidin saat itu dikabarkan mencapai 4.000. Mereka datang dari tempat-tempat seperti Arab Saudi, Pakistan, Afghanistan, Yordania, Mesir , Irak dan Palestina.
Bukti-bukti menunjukkan bahwa relawan asing tiba di pusat Bosnia pada paruh kedua tahun 1992 dengan tujuan untuk membantu saudara-saudara Muslim mereka melawan penjajah Serbia. Kebanyakan mereka datang dari Afrika Utara, Timur Dekat dan Timur Tengah. Relawan asing berbeda jauh dari penduduk setempat, bukan hanya karena penampilan fisik mereka dan bahasa mereka berbicara, tetapi juga karena metode bertempur mereka.

Mujahidin di Checnya
Kaum Mujahidin memainkan peran dalam perang kedua Chechnya. Setelah runtuhnya Uni Soviet dan kemudian deklarasi kemerdekaan Chechnya, pejuang mulai memasuki berbagai kawasan. Banyak dari mereka merupakan veteran perang Soviet-Afganistan dan sebelum invasi Rusia, mereka menggunakan keahlian mereka untuk melatih para pejuang Chechnya. Selama Perang Chechnya Pertama mereka ditakuti karena taktik gerilya mereka, menimbulkan korban berat pada pasukan Rusia.
Setelah penarikan pasukan Rusia dari Chechnya, sebagian besar mujahidin memutuskan untuk tetap tinggal di Negara itu.

Mujahidin di Kosovo
Menurut Serbia dan negara Eropa lainnya, sebagian besar pejuang Mujahidin dari Timur Tengah dan bagian-bagian lain dunia bergabung dengan Tentara Pembebasan Kosovo melawan pasukan Serbia pada perang 1997-1999. Diduga sebagian dari mereka membentuk unit mereka sendiri dengan pemimpin yang fasih berbahasa Arab. Setelah perang sebagian besar relawan asing kembali ke tanah asal mereka, dan beberapa dari mereka tetap di Kosovo di mana mereka menjadi warga negaranya.
Sesungguhnya, masih banyak lagi kaum Mujahidin yang lainnya di seluruh dunia, namun para Mujahidin Afghanistan, Chechnya, Bosnia-Herzegovina, dan Kosovo akan selalu dikenang karena kegigihan mereka dalam melawan para penjajah.

http://akhwatzone.multiply.com/reviews/item/28?&show_interstitial=1&u=%2Freviews%2Fitem

2. Janissary
Janisari (berasal dari bahasa Turki Utsmaniyah: ينيچرى (Yeniçeri) yang berarti "pasukan baru") adalah pasukan infanteri yang dibentuk oleh Sultan Murad I dari Kekalifahan Bani Seljuk pada abad ke-14. Pasukan ini berasal dari bangsa-bangsa Eropa Timur yang wilayahnya berhasil dikuasai oleh Turki. Utsmani Tentara ini dibentuk tak lama setelah Kekaisaran Byzantium kalah oleh Turki Utsmani. Alasan utama pembentukan laskar Janisari adalah karena tentara Turki Utsmani yang ada tidak memadai, terutama karena terdiri dari suku-suku yang kesetiaanya diragukan. Janisari awalnya adalah para tahanan perang (terutama yang asalnya dari Eropa Timur - Balkan) yang diampuni tetapi dengan syarat harus membela Kekaisaran Turki Utsmani.

Sejalan dengan waktu, untuk memastikan kesetiaan kesatuan ini, selanjutnya Sultan punya ide untuk merekrut pasukan Janisari ini dari budak yang masih bocah, sehingga mereka bisa diajari (didoktrin) untuk membela dan mengawal Sultan. Pada masa itu, pasukan Janisari ini adalah pasukan terkuat di dunia. Konon pasukan ini adalah pasukan yg pertama sekali memakai senapan.(yang kemudian ditiru oleh orang Eropa). Saat itu Turki memiliki persediaan mesiu yang cukup banyak (dimana pada saat itu di daerah lain masih langka). Pasukan ini adalah pasukan kedua setelah Mongol yang berhasil menjajah Eropa.

Janisari adalah brigade terpisah dari pasukan reguler Turki yang bertugas mengawal Sultan Dinasti Utsmani (Ottoman Empire). Sedangkan Bani Seljuk adalah Dinasti sebelum Utsmani. Utsman diambil dari pemimpin kabilah Osmani yg mempunyai kekuatan yang besar sewaktu Bani Seljuk masih berkuasa. Waktu Seljuk pecah, kabilah yang dipimpin Osmani menyatukannya kembali dibawah bendera baru. Kekuasaan Turki Utsmani mencapai seluruh wilayah di Balkan dan Eropa Tenggara. Kota Wina dua kali diserang oleh kakuatan Turki Utsmani, tetapi karena seluruh kerajaan di Eropa bersatu untuk membendung dengan kekuatan penuh dan logistik yang memadai, ambisi Turki Utsmani untuk menguasai seluruh Eropa tidak berhasil.

Pakaian khas Janisari adalah sejenis long musket. Ciri khasnya adalah topinya yang memakai tutup kain dari depan ke belakang leher, menyerupai sorban.

Kisah terkenal mengenai kehebatan pasukan ini adalah ketika Byzantine kalah total saat Constantinopel ditaklukan oleh Turki Utsmani yang dipimpin oleh Sultan Mahmud Al-Fatih, beliau anak dari Sultan Murad II. Saat itu Janisari adalah pasukan yang berperan penting dalam pertempuran tersebut. Yang menarik, pada zaman Sultan Mahmud, Pasukan Janisari termasuk yang ikut bertempur melawan Dracula si Penyula dari Wallachia dekat Transevalnia yang haus darah. Dracula (Vlad Teppes) sempat dikalahkan adiknya sendiri yaitu Radu yang saat itu menjadi pemimpin Janisari untuk menaklukan Dracula. ( Dracula artinya anak Dracul atau anak naga karena bapaknya adalah Vlad Dracul yang menjadi anggota Ordo Naga ).

Jannisary sendiri dibagi manjadi dua kesatuan, yaitu: infantri dan kavaleri.Selain Janisari, Turki Utsmaniyah juga masih mempunyai kesatuan elite lainnya, yaitu: Tentara Ghulam, Cavalary Sipahi, dan tentunya pasukan Onta.

Selama beberapa abad Janisari bertahan sebagai pasukan elit pengawal Sultan. Karena statusnya itu Janisari, baik secara jumlah dan status berkembang semakin besar. Sekitar abad 19 Janisari dibubarkan oleh Sultan Mahmud II pada tahun 1826 karena terjadinya insiden Auspicious, dimana laskar Janisari mencoba melakukan kudeta terhadap kekaisaran Turki Ottoman.
(Sumber : "militerislam.blogspot.com")

3. HIZBULLAH
Hizbullah (Bahasa Arab: ‮حزب الله‬, "Partai Tuhan") adalah kelompok Islam Lebanon yang terdiri dari sayap militer dan sipil. Kelompok ini didirikan pada tahun 1982 untuk memerangi pendudukan Israel di selatan Lebanon. Bersama Gerakan Amal, Hizbullah adalah partai politik utama yang mewakili komunitas Syiah, kelompok terbesar di Lebanon. Hizbullah dipimpin oleh Hassan Nasrallah.
Menurut data terakhir kekuatan Hizbullah mencapai 5.000 sampai dengan 10.000 pasukan. Pasukan inti terdiri dari 300-400 pasukan, tetapi ketika konflik berkecamuk, jumlahnya dapat segera meningkat secara signifikan mencapai ribuan pasukan. Hal ini disebabkan oleh banyaknya simpatisan Hizbullah yang juga sudah terlatih secara militer yang berasal dari berbagai kalangan, baik itu pedagang, pendidik, pegawai swasta maupun profesional seperti dokter, pengacara, dan berbagai latar belakang profesi lainnya.

Saat ini, Hizbullah mempunyai senjata andalan yaitu Roket Katyusha buatan Rusia untuk menghadapi kekuatan Israel di selatan wilayah Libanon. Kehebatan roket ini sudah terbukti ketika berhasil merontokkan ratusan MBT Israel yang sangat terkenal yaitu Merkava.

4. Mameluk



Mamluk atau Mameluk (Bahasa Arab:مملوك, mamlūk (tunggal), مماليك, mamālīk (jamak)) adalah tentara budak yang telah memeluk Islam dan berdinas untuk khalifah Islam dan Kesultanan Ayyubi pada Abad Pertengahan. Mereka akhirnya menjadi tentara yang paling berkuasa dan juga pernah mendirikan Kesultanan Mamluk di Mesir. 

Selayang pandang

Pasukan Mamluk pertama dikerahkan pada zaman Abbasiyyah pada abad ke-9. Bani Abbasiyyah merekrut tentara-tentara ini dari kawasan Kaukasus dan Laut Hitam dan mereka ini pada mulanya bukanlah orang Islam. Dari Laut Hitam direkrut bangsa Turki dan kebanyakan dari suku Kipchak.

Keistimewaan tentara Mamluk ini ialah mereka tidak mempunyai hubungan dengan golongan bangsawan atau pemerintah lain. Tentera-tentera Islam selalu setia kepada syekh, suku dan juga bangsawan mereka. Jika terdapat penentangan tentara Islam ini, cukup sulit bagi khalifah untuk menanganinya tanpa bantahan dari golongan bangsawan. Tentaa budak juga golongan asing dan merupakan lapisan yang terendah dalam masyarakat. Sehingga mereka tidak akan menentang khalifah dan mudah dijatuhkan hukuman jika menimbulkan masalah. Oleh karena itu, tentara Mamluk adalah aset terpenting dalam militer.

Organisasi Mameluk

Setelah memeluk Islam, seorang Mamluk akan dilatih sebagai tentara berkuda. Mereka harus mematuhi Furisiyyah, sebuah aturan perilaku yang memasukkan nilai-nilai seperti keberanian dan kemurahan hati dan juga doktrin mengenai taktik perang berkuda, kemahiran menunggang kuda, kemahiran memanah dan juga kemahiran merawat luka dan cedera.

Tentara Mamluk ini hidup di dalam komunitas mereka sendiri saja. Masa lapang mereka diisi dengan permainan seperti memanah dan juga persembahan kemahiran bertempur. Latihan yang intensif dan ketat untuk anggota-anggota baru Mamluk juga akan memastikan bahawa kebudayaan Mamluk ini abadi.

Setelah tamat latihan, tentara Mamluk ini dimerdekakan tetapi mereka harus setia kepada khalifah atau sultan. Mereka mendapat perintah terus dari khalifah atau sultan. Tentara Mamluk selalu dikerahkan untuk menyelesaikan perselisihan antara suku setempat. Pemerintah setempat seperti amir juga mempunyai pasukan Mamluk sendiri tetapi lebih kecil dibandingkan pasukan Mamluk Khalifah atau Sultan.

Pada mulanya, status tentara Mamluk ini tidak boleh diwariskan dan anak lelaki tentara Mamluk dilarang mengikuti jejak langkah ayahnya. Di sebagian kawasan seperti Mesir, tentara Mamluk mulai menjalin hubungan dengan pemerintah setempat dan akhirnya mendapat pengaruh yang luas.

Kemajuan di bidang Ilmu kemiliteran

Pada era Dinasti Al-Mamluk produksi buku mengenai ilmu militer itu berkembang pesat. Sedangkan, pada zaman Shalahuddin, ada buku manual militer karya AT-Thurtusi (570 H/1174 M) yang membahas keberhasilan menaklukan Yerussalem. Semenjak awal Islam memang menaruh perhatian khusus mengenai soal perang. Bahkan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah meminta agar para anak lelaki diajari berenang, gulat, dan berkuda. Berbagai kisah peperangan seperti legenda Daud dan Jalut juga dikisahkan dengan apik dalam Al-Qur'an. Bahkan, ada satu surat di Al-Qur'an yang berkisah tentang `heroisme’ kuda-kuda yang berlari kencang dalam kecamuk peperangan.

Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah. Dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya). Dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi. Maka, ia menerbangkan debu dan menyerbu ke tengah kumpulan musuh.” (Al-‘aAdiyat 1-4).


Kaum muslim sebenarnya pun sudah menulis berbagai karya mengenai soal perang dan ilmu militer. Berbagai jenis buku mengenai 'jihad' dan pengenalan terhadap seluk beluk kuda, panahan, dan taktik militer. Salah satu buku yang terkenal dan kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris The Catologue yang merupakan karya Ibnu Al-Nadim (wafat antara 380H-338 H/990-998 M).

Dalam karya itu, Al-Nadim menulis berbagai kategori mengenai cara menunggang kuda, menggunakan senjata, tentang menyusun pasukan, tentang berperang, dan menggunakan alat-alat persenjataan yang saat itu telah dipakai oleh semua bangsa. Karya semacam ini pun kemudian banyak muncul dan disusun pada masa Khalifah Abbasiyah, misalnya oleh Khalifah al-Manshur dan al-Ma’mun. Bahkan, pada periode kekuasaan Daulah Al-Mamluk produksi buku mengenai ilmu militer itu berkembang sangat pesat. Minat para penulis semakin terpacu dengan keinginan mereka untuk mempersembahkan sebuah karya kepada kepada para sultan yang menjadi penguasa saat itu. Pembahasan sering dibahas adalah mengenai seluk beluk yang berkaitan dengan serangan bangsa Mongol.

Pada zaman Shalahuddin, ada sebuah buku manual militer yang disusun oleh At-Tharsusi, sekitar tahun 570 H/1174 M. Buku ini membahas mengenai keberhasilan Shalahuddin di dalam memenangkan perang melawan bala tentara salib dan menaklukan Yerussalem. Buku ini ditulis dengan bahasa Arab, meski sang penulisnya orang Armenia. Manual yang ditulisnya selain berisi tentang penggunaan panah, juga membahas mengenai ‘mesin-mesin perang’ saat itu, seperti mangonel (pelempar batu), alat pendobrak, menara-menara pengintai, penempatan pasukan di medan perang, dan cara membuat baju besi. Buku ini semakin berharga karena dilengkapi dengan keterangan praktis bagaimana senjata itu digunakan.

Buku lain yang membahas mengenai militer adalah karya yang ditulis oleh Ali ibnu Abi Bakar Al Harawi (wafat 611 H/1214 M). Buku ini membahas secara detail mengenai soal taktik perang, organisasi militer, tata cara pengepungan, dan formasi tempur. Kalangan ahli militer di Barat menyebut buku ini sebagai sebuah penelitian yang lengkap tentang pasukan muslim di medan tempur dan dalam pengepungan. Pada lingkungan militer Daulah Mamluk menghasilkan banyak karya tentang militer, khususnya keahlian menunggang kuda atau fu'usiyyah. Dalam buku ini dibahas mengenai bagaimana cara seorang calon satria melatih diri dan kuda untuk berperang, cara menggunakan senjatanya, dan bagaimana mengatur pasukan berkuda atau kavaleri.

Contoh buku yang lain adalah karya Al-Aqsara’i (wafat74 H/1348 M) yang diterjemahkan kedalam bahasa Inggris menjadi An End to Questioning and Desiring (Further Knowledge) Concering the Science of Horsemenship. Buku ini lebih komplet karena tidak hanya membahas soal kuda, pasukan, dan senjata, namun juga membahas mengenai doktrin dan pembahasan pembagaian rampasan perang.

http://en.wikipedia.org/wiki/Mamluk