Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Thursday, November 24, 2011

8 Keuntungan dari Terjadinya Global Warming

Keuntungan dan Kerugian dari Pemanasan Global 


Pada bulan Februari 2007, PBB merilis sebuah laporan ilmiah yang menyimpulkan bahwa pemanasan global sedang terjadi dan akan terus terjadi selama berabad-abad. Laporan ini juga menyatakan dengan kepastian 90% bahwa aktivitas manusia telah menjadi penyebab utama peningkatan suhu selama beberapa dekade terakhir.
Dengan kesimpulan dari ilmuwan lain yang tak terhitung bahwa pemanasan global ada di sini dan akan terjadi terus di masa mendatang, saya ingin merangkum dampak yang mungkin terjadi dari pemanasan global, menjadi keuntungan dan kerugian dari .



Kerugian dari Pemanasan Global

  • Sirkulasi laut terganggu,dan memiliki efek yang tidak diketahui pada iklim dunia.
  • Tinggi permukaan laut menyebabkan banjir dari dataran rendah akan terjadi korban
  • Gurun semakin kering menjadikan desirtifaksi
  • Perubahan produksi pertanian yang dapat menyebabkan kekurangan pangan.
  • Kekurangan air di daerah yang sering kering.
  • Kelaparan, kekurangan gizi, dan kematian meningkat akibat kekurangan pangan dan tanaman.
  • Cuaca menjadi kian ekstrem, sering terjadi badai dan bencana lain
  • Peningkatan penyakit pada manusia dan hewan.
  • Peningkatan kematian akibat gelombang panas.
  • Kepunahan spesies tambahan hewan dan tumbuhan.
  • Hilangnya habitat hewan dan tumbuhan.
  • Peningkatan emigrasi orang-orang dari negara-negara miskin atau rendah kepada negara-negara lebih kaya atau yang kondisi alamnya tidak separah negara asal
  • Tambahan penggunaan sumber daya energi untuk kebutuhan pendinginan.
  • Peningkatan polusi udara.
  • Peningkatan tingkat alergi dan asma karena tanaman mekar lebih awal.
  • Pencairan permafrost menyebabkan kerusakan struktur, tanah longsor, dan Amblas.
  • hilangnya gletser dan pulau es secara permanen.
  • Budaya atau warisan situs hancur lebih cepat karena cuaca ekstrem meningkat.
  • Peningkatan keasaman hujan.
  • Berkurangnya lahan hutan, akibat suhu yang meningkat dalam kekeringan sering memicu kebakaran hutan
  • Peningkatan biaya asuransi karena semakin banyaknya klaim asuransi akibat bencana alam
  • Agresivitas akan meningkat , yang menyebabkan meningkatnya tingkat pembunuhan.

Keuntungan dari Pemanasan Global

  1. Arktik, Antartika, Siberia, dan daerah lainnya di bumi yang beku mungkin akan mengalami pertumbuhan lebih banyak tanaman dan iklim yang lebih hangat.
  2. Zaman es berikutnya mungkin tidak akan terjadi lagi
  3. Transportasi laut akan lebih luas karena lebih banyaknya daratan es yang mencair
  4. Kurang kebutuhan konsumsi energi untuk menghangatkan tempat dingin.
  5. Kurangnya kematian atau sakit akibat cuaca dingin.
  6. Musim semi yang lebih lama bisa berarti peningkatan produksi pertanian di beberapa wilayah di dunia.
  7. Pulau-pulau kecil yang menghilang (tenggelam) akan mengurangi klaim kepemilikan pulau oleh beberapa negara, yang biasanya bisa menyebabkan konflik perang
  8. Kutub selatan menjadi lebih ramah sebagai tempat hunian, karena suhu di sana menjadi lebih hangat

Tuesday, November 22, 2011

Almas, Mahluk Mirip Bigfoot Legenda dari Mongolia

Almas adalah "Orang Liar" dari Mongolia" mahluk setengah manusia dan setengah hewan yang hidup di Pegunungan Altai di Mongolia selatan, Kaukasus dan Pegunungan Pamir di Asia Tengah. Mahluk ini digambarkan sebagai hewan seperti manusia setinggi antara lima dan enam kaki (1,5m-1,7m) Tubuh ditutupi rambut cokelat kemerahan, dan tampilan wajahnya seperti manusia pada umumnya. Para ilmuwan mencatat bahwa deskripsi yang luar biasa mirip dengan deskripsi Neanderthal.

Tentang Neanderthal
Neanderthal atau Neandertal, adalah anggota genus Homo yang telah punah dan berasal dari zaman Pleistosen. Spesimennya ditemukan di Eropa dan Asia Barat dan Tengah/. Neanderthals dapat diklasifikan sebagai subspesies manusia (Homo sapiens neanderthalensis) atau spesies yang berbeda (Homo neanderthalensis). Jejak proto-Neanderthal pertama muncul di Eropa 600.000–350.000 tahun yang lalu.
Pada situs-situs arkeologi Uluzzian (salah satu kelompok etnis dalam keluarga besar Neanderthal) di Italia Selatan telah ditemukan beragam peralatan hidup sehari-hari yang digunakan oleh Neanderthal. Peralatan tersebut meliputi alat memancing, berburu, proyektil, serta perlatan lain dari tulang dan batu. Hal ini menunjukkan bahwa Neanderthal mampu berinovasi dan membuat teknologi baru. Neanderthal berpisah dari garis evolusi manusia sekitar 500.000 tahun yang lalu dan lenyap dari muka bumi sekitar 30.000 tahun yang lalu. Beberapa spekulasi yang diduga berkaitan dengan kepunahannya adalah Neanderthal mati dibunuh oleh manusia modern, atau Neanderthal punah karena Homo sapiens lebih banyak dan aktif bereproduksi. Spekulasi lainnya adalah tiga kali letusan gunung berapi sekitar 40.000 yahun yang lalu di daerah Italia dan Pegunungan Kaukasus telah menyebabkan kepunahan Nanderthal

Penampakan Mahluk Almas
Spekulasi keberadaan Almases mungkin awalnya mahluk legendaris ini hanya dongeng saja, tetapi masyarakat sering sering melihat penampakan mahluk tersebut, jejak ditemukan, dan interpretasi tradisi asli lama (antropologis) telah dikumpulkan menandakan keberadaan mahluk ini. Almases muncul dalam legenda masyarakat setempat, yang menceritakan kisah penampakan dan interaksi manusia-Almas sejak beberapa ratus tahun. Ternyata makhluk nomaden yang sering berpindah dari desa ke desa, sering menampakan diri kepada para petani dan penduduk desa setempat.
Beberapa gambaran tentang Almases sering ditafsirkan di dalam buku obat-obatan Mongolia.

Antropolog Inggris, Myra Shackley mencatat dari buku ini berisi ribuan ilustrasi dari berbagai kelas hewan (reptil, mamalia dan amfibi), namun tidak satu binatang mitologis tunggal seperti yang diketahui dari buku serupa dari Eropa di abad pertengahan bahwa Semua makhluk tersebut masih hidup hingga kini (termasuk Almases).

Catatan Sejarah Tentang Pertemuan Dengan Almas

Penampakan Almases pernah tercatat di abad ke-15. Pada 1430, Hans Schiltberger mencatat pengamatan pribadi tentang makhluk-makhluk dalam jurnal perjalanannya ke Mongolia sebagai tawanan Mongol Khan . Dia mencatat bahwa Almasty dimasukkan sebagai entri dalam buku medis Tibet , bersama dengan ribuan hewan dan tumbuhan lain yang hidup hingga kini. Schlitberger mengamati makhluk Almas dan menggambarkan mereka (Almases) sebagai "Orang Liar berbulu" / Hairy Wildmen.
Nikolai Przhevalsky

Pada 1871, Nikolai Przhevalsky, seorang ahli geografi Rusia, mengamati binatang. Przhevalsky berada di ekspedisi yang didanai Rusia dengan 10 orang lainnya. Perjalanan mereka ke Mongolia dimaksudkan sebagian sebagai misi mata-mata (Cina sedang mengalami pemberontakan besar kaum Muslim pada saat itu) dan sebagian dari proyek pemetaan perbatasan Rusia-Cina. Ia memperkirakan bahwa ia menemukan ada hewan beratnya sekitar 200-an kilogram dan dapat berlari sekitar 60 km per jam, apakah ini Almesty..???.

Dilaporkan juga pertemuan dengan Almasty jenis kelamin laki-laki pada tahun 1941, tak lama setelah invasi Jerman ke Uni Soviet. Menurut cerita, makhluk agak mirip dengan Zana ditemukan di kawasan Pegunungan Kaukasus oleh detasemen Tentara Merah di bawah kendali seorang Letnan Kolonel Vargen Karapetyan. Menurut Karapetyan, binatang itu sangat mirip manusia, tapi serba tertutup, rambut gelap. Almasty ini pernah di interogasi oleh pihak tentara karena tidak memiliki kemampuan berbicara maka, binatang itu akhirnya dibunuh.
Ivan Ivlov's mencatat observasi kelompok keluarga Almas pada tahun 1963. Ivlov, seorang dokter anak, memutuskan untuk mewawancarai beberapa pasien anak di Mongolia , dan menemukan bahwa banyak dari mereka juga melihat Almases. Tampaknya bahwa baik anak-anak Mongol maupun Almas muda, sama-sama takut kalau mereka saling bertemu. sopir Ivlov juga mengklaim telah melihat para Almases.

Peneliti Rusia Alexei Sitnikov pernah bepergian ke Kake Tonee pada tahun 1993, ketika itu ia dan tim menemukan mahluk Almas. Sitnikov berada di sebuah ekspedisi untuk mencari seekor ular raksasa. Kelompok peneliti baru saja mulai perjalanan mereka justru berjumpa dengan mahluk Almas. Ketika mereka menyeberangi sungai dengan rakit, ketika itu mereka melihat seorang laki-laki ditutupi dengan bulu kemerahan mengintai di seberang sungai. Pria itu membuat suara sedikit mendengus dan kemudian dia bergegas lari ke hutan . Sitnikov mulai mengejar. Tapi mereka tidak menemukan makhluk tersebut tetapi menemukan jejak kaki di pasir pantai. Kondisi cuaca sangat cerah dan jelas. Makhluk itu sangat jelas terlihat Sitnikov dan beberapa dari tim peneliti lainnya.

Ciri - Ciri Almas
Foto kontroversial Almas Yang Diambil tahun 1955
Ciri-Ciri Almas: Kepalanya agak berbentuk segitiga. Makhluk itu memiliki mata kecil, hidung lebar, dan ada celah di mulutnya. Leher tidak terlihat, dan itu tampak seolah-olah leher bersatu dengan bahu. Mahluk ini memiliki dada yang kuat.

Spekulasi muncul bahwa Almases adalah populasi yang berkaitan dengan manusia Neanderthal sementara yang lain telah berspekulasi bahwa Almases adalah bagian spesimen Homo erectus. Dan Spekulasi lainnya bahwa Almases berkaitan dengan Yeti dari pegunungan Himalaya, yang lebih dekat ke kera daripada manusia
.
Ilustrasi Almas Mongolia

http://alamas.ru/eng/publicat/Almasty_e.htm
http://home.clara.net/rfthomas/papers/living8.html
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8004832

Saturday, November 19, 2011

10 Buku Paling Kontroversial Tentang Rahasia Kelam Negara Cina

Sejarah Cina yang begitu luas, geografi begitu besar , politiknya yang kontroversial, adat istiadat yang komplex dan rumit, akan mengundang banyak tulisan yang secara kontroversial bagi semua itu.
China, negara atau wilayah yang berumur begitu lama, mempunyai isu-isu pelanggaran hak asasi manusia, korupsi merajalela, penyitaan properti dan kemerdekaan serta sensor berita yang begitu ketat,
Beberapa buku-buku ini mengejutkan, beberapa benar-benar ilmiah, beberapa bersifat menghibur, tetapi masing-masing mengungkapkan aspek yang berbeda dari budaya Cina , ketika membaca semua buku itu bersama-sama, akan memberikan pembaca sebuah potret yang lengkap pada sebuah bangsa dalam gambaran yang utuh, yang mungkin saja akan menjadi negara adidaya berikutnya .

10. Dream of Ding Village
Yan Lianke

Jika Anda belum pernah mendengar tentang sebuah "desa AIDS" sebelumnya, itu karena, sampai sekarang, tidak ada buku tentang pandemi AIDS yang merajalela di sebuah wilayah di Cina pernah diterbitkan.
Yan Lianke mengekspos bagaimana ratusan ribu petani Cina miskin di seluruh negeri telah terinfeksi HIV oleh “blood kingpins” yang korup, saat menjual darah mereka untuk uang tunai.
Alih-alih mengadili orang-orang jahat, jawaban dari Partai Komunis adalah untuk mengumpulkan dan mengisolasi penduduknya yang terinfeksi di desa-desa terpencil sampai mereka semua mati.
[ Klik untuk Beli Buku Ini On-line ]


9.The Global Phenomenon of the Triads
Martin Booth

Apakah kita percaya Hong Kong dibanjiri dengan geng kriminal seperi dalam film John woo ?
Bahkan, Martin Booth membuat kasus bahwa geng Cina ("triad") melampaui China dan seluruh dunia dalam jaringan konspirasi yang luas sampai ke golongan bawah seperti wanita tukang binatu lokal di San Francisco, dan koki di restoran china yang berada di London
Jika Booth menulis yang benar, dari persentase yang besar dari FDI (investasi langsung asing) ke China secara langsung didanai oleh narkoba, perjudian, prostitusi dan pembajakan digital.[ Klik untuk Beli Buku Ini On-line ]

8.The Boxer Rebellion
Diana Preston

Setiap barat yang telah melakukan perjalanan ke China akhir-akhir ini akan memberitahu Anda bahwa orang China mungkin saja orang-orang ramah di Bumi. Tapi ada waktu, pada musim panas 1900, ketika "setan-setan asing" di China mengadakan permainan yang adil untuk pemenggalan di depan publik.
Diana menceritakan bahwa Pemberontakan Boxer berdarah, ketika sebuah kelompok kecil tetapi mematikan dari petani Cina, bosan dengan pelanggaran, eksploitasi dan perdagangan opium yang dilakukan oleh pedagang Eropa, berhasil mengeksekusi puluhan ribu Pendatang dari Barat sebagai balas dendam.


7. The Corpse Walker: Real-Life Stories
Liao Yiwu 

Salman Rushdie baru-baru ini meramalkan bahwa penulis Liao Yiwu akan menjadi seniman Cina yang akan "menghilang" di tangan Partai Komunis, setelah tindakan keras pemerintah China pada pembangkangan sosial (termasuk pada penulis Cina yang pernah menerbitkan buku tanpa izin Partai Komunis).
Ironisnya, novel Yiwu, The Corpse Walker, bukan tentang politik atau pemberontakan sosial, tetapi hanya mengenai kehidupan orang-orang Cina biasa yang tinggal di pinggiran sebagai masyarakat miskin. Namun di Cina, menceritakan kisah mereka adalah alasan yang cukup untuk dipenjara

6. Poorly Made in China
Paul Midler

Meskipun buku Leslie Chang terfokus pada situasi sulit pekerja yang dieksploitasi di pabrik-pabrik Cina, pengusaha Paulus menguraikan Midler di belakang layar memoarnya di ujung manajemen perdagangan Cina.
Menurut Midler, kombinasi fatal jangka pendek keserakahan, korupsi yang merajalela, kontrol kualitas yang lalai dan kurangnya penerapan hukum pada kesalahan ini mengakibatkan pasar dunia dibanjiri dengan produk yang buruk (dan sering sangat beracun) [ Klik untuk Beli Buku Ini On-line ]

5. Tears of Blood: A Cry For Tibet
Mary Craig


Kasus untuk "Kemerdekaan Tibet" adalah subjek yang sangat sensitif. Bahkan Inggris, di tahun 1900-an, pernah mencoba (dan gagal) untuk menyerang dan menaklukkan Tibet.
Tapi, sekarang Tibet di bawah kontrol Komunis Cina, Barat (secara munafik) tiba-tiba percaya bahwa Tibet harus "dibebaskan."?
Perasaan Iri akan teretorial?
Menurut Mary Craig,bangsa Han di China telah mengambil upaya mereka gentrifikasi di Tibet terlalu jauh, dengan laporan sterilisasi paksa, pemenjaraan pendeta Buddha, dan eksploitasi sumber daya mineral yang kaya. Tahun 2008, kerusuhan di Lhasa adalah bukti bahwa Tibet mendekati titik kulminasi untuk pemberontakan dan kemuakkan.

4. A Memoir of My Years in China's Gulag
Harry Wu

Seperti tahanan Cina kebanyakan, Harry Wu juga dilemparkan ke dalam sel tanpa pengadilan dan bahkan belum ditetapkan apa tuduhannya.
Selama 19 tahun, Wu menderita menderita dalam istilah di Cina dikenal sebagai "gulag" budak pekerja di kamp-kamp, ​​penyiksaan abadi, kelaparan, cuci otak dan kondisi hidup yang tidak manusiawi - semua di bawah nama Sosialisme.
Mao Zedong meninggal pada tahun 1976, ketika Harry Wu dan tahanan politik lainnya dari Revolusi Kebudayaan akhirnya dibebaskan, tapi untuk hari ini, benar-benar tidak ada yang berubah dalam sistem penjara China: dugaan sebagai pembangkang akan seumur hidup ditahan tanpa pengadilan, sementara pemerintah terus untuk menambah pendapatan dengan tenaga pekerja paksa dari penjara.
[ Klik untuk Beli Buku Ini On-line ]

3.The Tiananmen Papers
Andrew J. Nathan

Apakah Pembantaian Lapangan Tiananmen tahun 1989 benar-benar terjadi?
Jika Anda seorang nasional Tionghoa yang lahir sebelum tahun 1980, maka jawaban Anda adalah mungkin "Tidak, itu adalah kebohongan yang disebarkan oleh CIA," dan jika Anda lahir setelah tahun 1980, maka Anda mungkin akan bertanya dengan bercanda "pembantaian apa?"

Tetapi bagi mereka (orang Barat) yang mendapatkan pendidikan yang memadai, artikel berita dan siaran media yang tidak disensor, Pembantaian Tiananmen adalah insiden definitif penaklukan totaliter dari Pemerintah China atas penduduknya.

Untuk buku ini, editor Andrew Nathan dan Link Perry mengurutkan melalui dokumen rahasia ber rim-rim yang mengungkapkan perdebatan di belakang layar antara golongan Senior Partai Komunis , yang mengarah ke keputusan tak berperasaan, untuk mengirim pasukan Tentara Pembebasan Rakyat untuk menembak mati ribuan mahasiswa yang melakukan protes damai untuk reformasi pro-demokrasi.
Satu-satunya bukti yang tersisa dari pembantaian adalah transkrip dalam buku ini.
[ Klik untuk Beli Buku Ini On-line ]



2. Mao's Great Famine
Frank Dikötter

Singkatnya, Lompatan Besar ke Depan adalah kelaparan memperparah politik di Cina, dimana 45 JUTA warga sipil tak bersalah sengaja dibuat kelaparan sampai mati, dalam perjalanan 4 tahun, di bawah perintah langsung dari Ketua Partai Komunis Mao Zedong, menjadikannya salah satu dari Tokoh Pembantai terbesar dalam sejarah umat manusia.
Dalam pengungkapan di buku ini, Dikötter menjelaskan bahwa Mao, tertipu dengan visi Cina menjadi negara adidaya di bawah pemerintahannya, berpikir bahwa mengunci seluruh penduduk petani Cina di komune sebagai tenaga kerja, untuk menghasilkan baja dan gandum adalah ide yang bagus.
Apa yang dihasilkan, sebaliknya, adalah logam rusak, laporan panen dipalsukan dan jutaan orang-orang yang bekerja, secara harfiah, sampai mati. Hadir-hari pemimpin CPC seperti berpura-pura bahwa kejadian ini pernah terjadi, yang membuat buku ini bahkan lebih berharga. [ Klik untuk Beli Buku Ini On-line ]



1. The Rape of Nanking
Iris Chang

Bukan rahasia lagi bahwa Cina dan Jepang saling membenci, atau setidaknya diantara pemerintah mereka .
Ini adalah persaingan antarsaudara sejak ribuan tahun lalu, tetapi menjadi memanas kembali selama awal abad ke-20 perang Sino-Jepang , dimana tentara Jepang menyerbu Cina, lalu ibukota, kota Nanjing dan terus memperkosa, memutilasi dan mengeksekusi lebih dari 400.000 warga sipil tak berdosa hanya dalam 8 minggu.
Apakah ini sekedar klaim Iris Chang (militer Jepang yang sepenuhnya menyangkal peristiwa ini pernah terjadi), yang ditugaskan oleh Partai Komunis untuk menulis novel pencari fakta ini?
Chang kemudian bunuh diri karena alasan misterius, namun pekerjaannya memegang tempat penting dalam akademisi, karena, jika benar, maka Pembantaian Nanking adalah Pembantaian terburuk di dunia yang dilakukan selama perang, di sepanjang sejarah .[ Klik untuk Beli Buku Ini On-line ]

Saturday, November 5, 2011

Qurban: Simbolisasi dari Penyembelihan Sifat Kebinatangan Manusia


Ada dua hari raya yang disyariatkan dalam Islam; Idul Fitri dan Idul Adha. Secara historis keduanya juga saling melengkapi. Keduanya sama-sama menanamkan rasa kesetikawanan sosial (social responsibility).

Idul Fitri dirayakan di bulan Syawal setelah melaksanakan shiyam (puasa) sebulan lamanya dan berzakat fitrah sebagai sarana untuk mentarbiyyah diri. Sementara Idul Adha sebagai simbolisasi penyembelihan ego dan kerakusan pribadi, selain sebagai saat turunnya ayat terakhir Alquran "alyauma akmaltu lakum dinakum.....(hari ini Aku sempurnakan bagimu agamamu), satu hari sebelum wukuf di arafah.

Perspektif Historis Qurban

Secara historis, penyembelihan hewan kurban pada hari Idul merujuk pada puncak ketaatan Nabi Ibrahim kepada Allah; menyembelih putranya sendiri, Ismail. Melalui mimpi, Allah perintahkan Ibrahim untuk menyembelih putra kesayangan yang telah lama ia nantikan kehadirannya.
Penyembelihan hewan merupakan sarana dan cara pelestarian agama Ibrahim, meski sebenarnya perintah untuk berkurban juga telah ada sejak zaman Nabi Adam; saat kedua putranya, Qabil dan Habil diperintahkan berkurban sebagai bentuk ketundukan kepada Allah.

Penetapan syariat berkurban setelah rentang ribuan tahun peristiwa Ibrahim, menjadi media untuk menghapuskan penyimpangan pelaksanaan kurban yang tidak ditujukan kepada Allah. Banyak kalangan dalam masyarakat melakukan kurban yang mengarah kepada kemusyrikan.

Perspektif Fiqih

Dalam bahasa Arab, qurban bersal dari akar kata qaraba -yuqaribu –qurbanan, yang memiliki arti menghampirkan atau mendekatkan. Melakukan kurban menurut syariat Islam adalah menyembelih binatang –kambing, unta, sapi dan atau karbau- dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah swt.
Hal ini dilakukan merujuk pada ayat-Nya,
“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka, dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah....”(QS. Al Kautsar; 1-3).
Hal ini kemudian dipertegas Rasulullah dengan ungkapannya, “Barangsiapa yang memperoleh kelapangan, namun ia tidak berkurban, janganlah ia menghampiri tempat salat kami.”

Berdasarkan kedua dalil naqli di atas, mayoritas ulama berpendapat bahwa menyembelih hewan kurban adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) bagi setiap muslim yang mampu. Dan waktu penyembelihan adalah pada hari “H” plus tiga hari tasyriq setiap tahunnya.

Dengan demikian, semangat kurban merupakan salah satu ajaran Islam yang bertujuan menguji keimanan seseorang dan tingkat cintanya kepada Allah. Apakah harta dan segala yang ia miliki memalingkan dirinya dari Allah. Meski sebenarnya, cinta kepada harta maupun anak-anak merupakan fitrah, tetapi seharusnya cinta kepada Allah dan Rasul-Nya diletakkan di atas itu semua (lihat QS Al Taubah; 24).

Dalam sejarah Islam, banyak sahabat-sahabat Nabi yang membuktikan cinta mereka dengan berkurban demi mendapatkan cinta Allah dan rasul-Nya, meski harus meregang nyawa. Merekalah para syuhada, salaf shalih, dan mereka itulah nanti yang akan memperoleh derajat tinggi di sisi Rabb mereka.

Utsman bin Affan, umpamanya, telah mengukir sejarah awal Islam dengan tinta emas. Pada zaman Abu bakar Al shiddiq, terjadi musim paceklik yang sangat memprihatinkan. Banyak orang kesulitan mendapatkan bahan makanan, kemudian mengadukan perihal mereka kepada sang Khalifah, dan khalifah pun meminta mereka bersabar. Namun tak lama waktu berselang, tiba iring-iringan unta dari Syam membawa gandum, minyak goreng dan bahan pangan lainnya.

Lalu Utsman membagikan gandum dan hartanya itu secara cuma-cuma -tanpa pretense apapun- kepada penduduk yang sedang kekurangan hingga tak seorang pun yang luput. Itulah contoh pengorbanan seorang sahabat Nabi.

Hikmah dan Rahasia Qurban

Pakar tafsir kontemporer, Abdullah Yusuf Ali dalam masterpicenya The Holy Qur’an; Translation andf commentary, menjelaskan bahwa ibadah kurban memiliki makna spiritual dan dampak sosial. Secara vertical, ibadah ini lebih merupakan ungkapan syukur, maka bacaan takbir justru lebih penting dari prosesi penyembelihan itu sendiri.

Artinya, karena kurban itu merupakan manifestasi keimanan seseorang, bukanlah wujud kurbannya lebih dipentingkan, melainkan nilai dan motivasi orang itu menjalankannya. Hewan yang disembelih bukan berarti tumbal kepada sang khaliq. Yang dipersembahkan kepada Allah, esensinya hanyalah ketakwaan; lan yanalallah luhumuha wala dimauha, walakin lanaluhu al taqwa.....”, tegas-Nya.

Sedangkan secara horisontal, berqurban merupakan bagian dari upaya menumbuhkan kepekaan sosial terhadap sesama anak bangsa, khususnya kepada golongan yang lemah atau mereka yang dilemahkan (baca; dizhalimi) dan tertindas. Ibadah kurban pun mengajarkan kepada manusia utuk rela brkorban demi kepentingan yang lebih universal, baik kepentingan agama, bangsa, maupun kemanusiaan.

Dengan kata lain, kurban juga menjadi ungkapan kasih sayang, cinta dan simpati mereka yang berpunya kepada kaum papa. Pasalnya, kurban ini tidak sama dengan upacara persembahan agama-agama lain. Hewan kurban tidak kemudian dibuang dalam altar pemujaan dan tidak pula dihanyutkan di sungai, malah daging kurban dinikmati bersama baik oleh orang yang berkurban maupun orang-orang miskin di sekitarnya.

Ulama besar Imam Al Ghazali jauh-jauh hari telah mengingatkan kita semua bahwa penyembelihan hewan kurban menyimbolkan penyembelihan sifat kebinantangan manusia. Berqurban itu bukan hanya sebatas seekor kambing, tetapi yang lebih penting adalah mengorbankan hawa nafsu kebinatangan yang membelenggu setiap manusia; nafsu serakah, sifat kikir, egoisme personal maupun komunal, dan nafsu menerabas yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.

Oleh karena itu, berkurban semestinya bisa pula mempertajam kepekaan dan tanggungjawab sosial (social responsibility). Dengan menyisihkan sebagian pendapatan untuk berkurban, diharapkan timbul rasa kebersamaan di masyarakat sehingga bisa menggalang solidaritas, kesetiakawanan sosial dan introspeksi diri untuk kemaslahatan bersama.

Sebagai penutup, dengan berqurban, semoga kita mampu melawan syetan dan hawa nafsu yang hadir lewat iming-iming harta dan kekuasaan dengan menyembelih semua sifat kebinatangan kita selama ini guna mewujudkan kebersamaan dan membebaskan negeri ini dari keterpurukan.


Thursday, October 27, 2011

Mitos dan Rekayasa Penokohan Kartini

Mengapa setiap 21 April kita memperingati Hari Kartini? Apakah tidak ada wanita Indonesia lain yang lebih layak ditokohkan? Ada yang menarik pada Jurnal Islamia (INSISTS-Republika) edisi 9 April 2009 lalu. Dari empat halaman jurnal berbentuk koran yang membahas tema utama tentang Kesetaraan Gender, ada tulisan sejarawan Persis Tiar Anwar Bahtiar tentang Kartini. Judulnya: “Mengapa Harus Kartini?”

Apakah tidak ada wanita Indonesia lain yang lebih layak ditokohkan dan diteladani dibandingkan Kartini?

Sejarawan yang menamatkan magister bidang sejarah di Universitas Indonesia ini mempertanyakan: Mengapa Harus Kartini? Mengapa setiap 21 April bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini? Apakah tidak ada wanita Indonesia lain yang lebih layak ditokohkan dan diteladani dibandingkan Kartini?

Menyongsong tanggal 21 April 2009 kali ini, sangatlah relevan untuk membaca dan merenungkan artikel yang ditulis oleh Tiar Anwar Bahtiar tersebut. Tentu saja, pertanyaan bernada gugatan seperti itu bukan pertama kali dilontarkan sejarawan. Pada tahun 1970-an, di saat kuat-kuatnya pemerintahan Orde Baru, guru besar Universitas Indonesia, Prof. Dr. Harsja W. Bachtiar pernah menggugat masalah ini. Ia mengkritik 'pengkultusan' R.A. Kartini sebagai pahlawan nasional Indonesia.

Gugatan Terhadap Penokohan Kartini

Dalam buku Satu Abad Kartini (1879-1979), (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1990, cetakan ke-4), Harsja W. Bahtiar menulis sebuah artikel berjudul “Kartini dan Peranan Wanita dalam Masyarakat Kita”. Tulisan ini bernada gugatan terhadap penokohan Kartini. “Kita mengambil alih Kartini sebagai lambang emansipasi wanita di Indonesia dari orang-orang Belanda. Kita tidak mencipta sendiri lambang budaya ini, meskipun kemudian kitalah yang mengembangkannya lebih lanjut,” tulis Harsja W. Bachtiar, yang menamatkan doktor sosiologinya di Harvard University.

Harsja juga menggugat dengan halus, mengapa harus Kartini yang dijadikan sebagai simbol kemajuan wanita Indonesia. Ia menunjuk dua sosok wanita yang hebat dalam sejarah Indonesia. Pertama, Sultanah Seri Ratu Tajul Alam Safiatuddin Johan Berdaulat dari Aceh dan kedua, Siti Aisyah We Tenriolle dari Sulawesi Selatan. Anehnya, tulis Harsja, dua wanita itu tidak masuk dalam buku Sejarah Setengah Abad Pergerakan Wanita Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 1978), terbitan resmi Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Tentu saja Kartini masuk dalam buku tersebut.

Padahal, papar Harsja, kehebatan dua wanita itu sangat luar biasa. Sultanah Safiatudin dikenal sebagai sosok yang sangat pintar dan aktif mengembangkan ilmu pengatetahuan. Selain bahasa Aceh dan Melayu, dia menguasai bahasa Arab, Persia, Spanyol dan Urdu. Di masa pemerintahannya, ilmu dan kesusastraan berkembang pesat. Ketika itulah lahir karya-karya besar dari Nuruddin ar-Raniry, Hamzah Fansuri, dan Abdur Rauf. Ia juga berhasil menampik usaha-usaha Belanda untuk menempatkan diri di daerah Aceh. VOC pun tidak berhasil memperoleh monopoli atas perdagangan timah dan komoditi lainnya. Sultanah memerintah Aceh cukup lama, yaitu 1644-1675. Ia dikenal sangat memajukan pendidikan, baik untuk pria maupun untuk wanita.

Tokoh wanita kedua yang disebut Harsja Bachriar adalah Siti Aisyah We Tenriolle. Wanita ini bukan hanya dikenal ahli dalam pemerintahan, tetapi juga mahir dalam kesusastraan. B.F. Matthes, orang Belanda yang ahli sejarah Sulawesi Selatan, mengaku mendapat manfaat besar dari sebuah epos La-Galigo, yang mencakup lebih dari 7.000 halaman folio. Ikhtisar epos besar itu dibuat sendiri oleh We Tenriolle. Pada tahun 1908, wanita ini mendirikan sekolah pertama di Tanette, tempat pendidikan modern pertama yang dibuka baik untuk anak-anak pria maupun untuk wanita.

Penelusuran Prof. Harsja W. Bachtiar terhadap penokohan Kartini akhirnya menemukan kenyataan, bahwa Kartini memang dipilih oleh orang Belanda untuk ditampilkan ke depan sebagai pendekar kemajuan wanita pribumi di Indonesia. Mula-mula Kartini bergaul dengan Asisten-Residen Ovink suami istri. Adalah Cristiaan Snouck Hurgronje, penasehat pemerintah Hindia Belanda, yang mendorong J.H. Abendanon, Direktur Departemen Pendidikan, Agama dan Kerajinan, agar memberikan perhatian pada Kartini tiga bersaudara.
Harsja menulis tentang kisah ini: “Abendanon mengunjungi mereka dan kemudian menjadi semacam sponsor bagi Kartini. Kartini berkenalan dengan Hilda de Booy-Boissevain, istri ajudan Gubernur Jendral, pada suatu resepsi di Istana Bogor, suatu pertemuan yang sangat mengesankan kedua belah pihak.”

Ringkasnya, Kartini kemudian berkenalan dengan Estella Zeehandelaar, seorang wanita aktivis gerakan Sociaal Democratische Arbeiderspartij (SDAP). Wanita Belanda ini kemudian mengenalkan Kartini pada berbagai ide modern, terutama mengenai perjuangan wanita dan sosialisme. Tokoh sosialisme H.H. van Kol dan penganjur “Haluan Etika” C.Th. van Deventer adalah orang-orang yang menampilkan Kartini sebagai pendekar wanita Indonesia.

Terbitnya Surat - Surat Kartini

Lebih dari enam tahun setelah Kartini wafat pada umur 25 tahun, pada tahun 1911, Abendanon menerbitkan kumpulan surat-surat Kartini dengan judul Door Duisternis tot Lich. Kemudian terbit juga edisi bahasa Inggrisnya dengan judul Letters of a Javaness Princess. Beberapa tahun kemudian, terbit terjemahan dalam bahasa Indonesia dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang: Boeah Pikiran (1922).

Dua tahun setelah penerbitan buku Kartini, Hilda de Booy-Boissevain mengadakan prakarsa pengumpulan dana yang memungkinkan pembiayaan sejumlah sekolah di Jawa Tengah. Tanggal 27 Juni 1913, didirikan Komite Kartini Fonds, yang diketuai C.Th. van Deventer. Usaha pengumpulan dana ini lebih memperkenalkan nama Kartini, serta ide-idenya pada orang-orang di Belanda. Harsja Bachtriar kemudian mencatat: “Orang-orang Indonesia di luar lingkungan terbatas Kartini sendiri, dalam masa kehidupan Kartini hampir tidak mengenal Kartini dan mungkin tidak akan mengenal Kartini bilamana orang-orang Belanda ini tidak menampilkan Kartini ke depan dalam tulisan-tulisan, percakapan-percakapan maupun tindakan-tindakan mereka.”

Karena itulah, simpul guru besar UI tersebut: “Kita mengambil alih Kartini sebagai lambang emansipasi wanita di Indonesia dari orang-orang Belanda. Kita tidak mencipta sendiri lambang budaya ini, meskipun kemudian kitalah yang mengembangkannya lebih lanjut.”

Harsja mengimbau agar informasi tentang wanita-wanita Indonesia yang hebat-hebat dibuka seluas-luasnya, sehingga menjadi pengetahuan suri tauladan banyak orang. Ia secara halus berusaha meruntuhkan mitos Kartini: “Dan, bilamana ternyata bahwa dalam berbagai hal wanita-wanita ini lebih mulia, lebih berjasa daripada R.A. Kartini, kita harus berbangga bahwa wanita-wanita kita lebih hebat daripada dikira sebelumnya, tanpa memperkecil penghargaan kita pada RA Kartini.”

Antara Kartini, Dewi Sartika dan Rohana Kudus

Dalam artikelnya di Jurnal Islamia (INSISTS-Republika, 9/4/2009), Tiar Anwar Bahtiar juga menyebut sejumlah sosok wanita yang sangat layak dimunculkan, seperti Dewi Sartika di Bandung dan Rohana Kudus di Padang (kemudian pindah ke Medan). Dua wanita ini pikiran-pikirannya memang tidak sengaja dipublikasikan. Tapi yang mereka lakukan lebih dari yang dilakukan Kartini. Berikut ini paparan tentang dua sosok wanita itu, sebagaimana dikutip dari artikel Tiar Bahtiar.
Dewi Sartika
Dewi Sartika (1884-1947) bukan hanya berwacana tentang pendidikan kaum wanita. Ia bahkan berhasil mendirikan sekolah yang belakangan dinamakan Sakola Kautamaan Istri (1910) yang berdiri di berbagai tempat di Bandung dan luar Bandung. Rohana Kudus (1884-1972) melakukan hal yang sama di kampung halamannya. Selain mendirikan Sekolah Kerajinan Amal Setia (1911) dan Rohana School (1916), Rohana Kudus bahkan menjadi jurnalis sejak di Koto Gadang sampai saat ia mengungsi ke Medan. Ia tercatat sebagai jurnalis wanita pertama di negeri ini.
Rohana Kudus

Kalau Kartini hanya menyampaikan ide-idenya dalam surat, mereka sudah lebih jauh melangkah: mewujudkan ide-ide dalam tindakan nyata. Jika Kartini dikenalkan oleh Abendanon yang berinisiatif menerbitkan surat-suratnya, Rohana menyebarkan idenya secara langsung melalui koran-koran yang ia terbitkan sendiri sejak dari Sunting Melayu (Koto Gadang, 1912), Wanita Bergerak (Padang), Radio (padang), hingga Cahaya Sumatera (Medan).

Bahkan kalau melirik kisah-kisah Cut Nyak Dien, Tengku Fakinah, Cut Mutia, Pecut Baren, Pocut Meurah Intan, dan Cutpo Fatimah dari Aceh, klaim-klaim keterbelakangan kaum wanita di negeri pada masa Kartini hidup ini harus segera digugurkan. Mereka adalah wanita-wanita hebat yang turut berjuang mempertahankan kemerdekaan Aceh dari serangan Belanda. Tengku Fakinah, selain ikut berperang juga adalah seorang ulama-wanita. Di Aceh, kisah wanita ikut berperang atau menjadi pemimpin pasukan perang bukan sesuatu yang aneh. Bahkan jauh-jauh hari sebelum era Cut Nyak Dien dan sebelum Belanda datang ke Indonesia, Kerajaan Aceh sudah memiliki Panglima Angkatan Laut wanita pertama, yakni Malahayati.

Jadi, ada baiknya bangsa Indonesia bisa berpikir lebih jernih: Mengapa Kartini? Mengapa bukan Rohana Kudus? Mengapa bukan Cut Nyak Dien? Mengapa Abendanon memilih Kartini? Dan mengapa kemudian bangsa Indonesia juga mengikuti kebijakan itu? Cut Nyak Dien tidak pernah mau tunduk kepada Belanda. Ia tidak pernah menyerah dan berhenti menentang penjajahan Belanda atas negeri ini.

Meskipun aktif berkiprah di tengah masyarakat, Rohana Kudus juga memiliki visi keislaman yang tegas. “Perputaran zaman tidak akan pernah membuat wanita menyamai laki-laki. Wanita tetaplah wanita dengan segala kemampuan dan kewajibannya. Yang harus berubah adalah wanita harus mendapat pendidikan dan perlakukan yang lebih baik. Wanita harus sehat jasmani dan rohani, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, taat beribadah yang kesemuanya hanya akan terpenuhi dengan mempunyai ilmu pengetahuan,” begitu kata Rohana Kudus.

Peran Belanda Dalam Penokohan Kartini

Seperti diungkapkan oleh Prof. Harsja W. Bachtiar dan Tiar Anwar Bahtiar, penokohan Kartini tidak terlepas dari peran Belanda. Harsja W. Bachtiar bahkan menyinggung nama Snouck Hurgronje dalam rangkaian penokohan Kartini oleh Abendanon. Padahal, Snouck adalah seorang orientalis Belanda yang memiliki kebijakan sistematis untuk meminggirkan Islam dari bumi Nusantara. Pakar sejarah Melayu, Prof. Naquib al-Attas sudah lama mengingatkan adanya upaya yang sistematis dari orientalis Belanda untuk memperkecil peran Islam dalam sejarah Kepulauan Nusantara.

Dalam bukunya, Islam dalam Sejarah dan Kebudayaan Melayu ((Bandung: Mizan, 1990, cet. Ke-4), Prof. Naquib al-Attas menulis tentang masalah ini:

“Kecenderungan ke arah memperkecil peranan Islam dalam sejarah Kepulauan ini, sudah nyata pula, misalnya dalam tulisan-tulisan Snouck Hurgronje pada akhir abad yang lalu. Kemudian hampir semua sarjana-sarjana yang menulis selepas Hurgronje telah terpengaruh kesan pemikirannya yang meluas dan mendalam di kalangan mereka, sehingga tidak mengherankan sekiranya pengaruh itu masih berlaku sampai dewasa ini.”

Apa hubungan Kartini dengan Snouck Hurgronje? Dalam sejumlah suratnya kepada Ny. Abendanon, Kartini memang beberapa kali menyebut nama Snouck. Tampaknya, Kartini memandang orientalis-kolonialis Balanda itu sebagai orang hebat yang sangat pakar dalam soal Islam. Dalam suratnya kepada Ny. Abendanon tertanggal 18 Februari 1902, Kartini menulis:

”Salam, Bidadariku yang manis dan baik!... Masih ada lagi suatu permintaan penting yang hendak saya ajukan kepada Nyonya. Apabila Nyonya bertemu dengan teman Nyonya Dr. Snouck Hurgronje, sudikah Nyonya bertanya kepada beliau tentang hal berikut: ”Apakah dalam agama Islam juga ada hukum akil balig seperti yang terdapat dalam undang-undang bangsa Barat?” Ataukah sebaiknya saya memberanikan diri langsung bertanya kepada beliau? Saya ingin sekali mengetahui sesuatu tentang hak dan kewajiban perempuan Islam serta anak perempuannya.” (Lihat, buku Kartini: Surat-surat kepada Ny. R.M. Abendanon-Mandri dan Suaminya, (penerjemah: Sulastin Sutrisno), (Jakarta: Penerbit Djambatan, 2000), hal. 234-235).

Melalui bukunya, Snouck Hurgronje en Islam (Diindonesiakan oleh Girimukti Pusaka, dengan judul Snouck Hurgronje dan Islam, tahun 1989), P.SJ. Van Koningsveld memaparkan sosok dan kiprah Snouck Hurgronje dalam upaya membantu penjajah Belanda untuk ’menaklukkan Islam’. Mengikuti jejak orientalis Yahudi, Ignaz Goldziher, yang menjadi murid para Syaikh al-Azhar Kairo, Snouck sampai merasa perlu untuk menyatakan diri sebagai seorang muslim (1885) dan mengganti nama menjadi Abdul Ghaffar. Dengan itu dia bisa diterima menjadi murid para ulama Mekkah. Posisi dan pengalaman ini nantinya memudahkan langkah Snouck dalam menembus daerah-daerah Muslim di berbagai wilayah di Indonesia.

Menurut Van Koningsveld, pemerintah kolonial mengerti benar sepak terjang Snouck dalam ’penyamarannya’ sebagai Muslim. Snouck dianggap oleh banyak kaum Muslim di Nusantara ini sebagai ’ulama’. Bahkan ada yang menyebutnya sebagai ”Mufti Hindia Belanda’. Juga ada yang memanggilnya ”Syaikhul Islam Jawa”. Padahal, Snouck sendiri menulis tentang Islam: ”Sesungguhnya agama ini meskipun cocok untuk membiasakan ketertiban kepada orang-orang biadab, tetapi tidak dapat berdamai dengan peradaban modern, kecuali dengan suatu perubahan radikal, namun tidak sesuatu pun memberi kita hak untuk mengharapkannya.” (hal. 116).

Snouck Hurgronje (lahir: 1857) adalah adviseur pada Kantoor voor Inlandsche zaken pada periode 1899-1906. Kantor inilah yang bertugas memberikan nasehat kepada pemerintah kolonial dalam masalah pribumi. Dalam bukunya, Politik Islam Hindia Belanda, (Jakarta: LP3ES, 1985), Dr. Aqib Suminto mengupas panjang lebar pemikiran dan nasehat-nasehat Snouck Hurgronje kepada pemerintah kolonial Belanda. Salah satu strateginya, adalah melakukan ‘pembaratan’ kaum elite pribumi melalui dunia pendidikan, sehingga mereka jauh dari Islam. Menurut Snouck, lapisan pribumi yang berkebudayaan lebih tinggi relatif jauh dari pengaruh Islam. Sedangkan pengaruh Barat yang mereka miliki akan mempermudah mempertemukannya dengan pemerintahan Eropa. Snouck optimis, rakyat banyak akan mengikuti jejak pemimpin tradisional mereka. Menurutnya, Islam Indonesia akan mengalami kekalahan akhir melalui asosiasi pemeluk agama ini ke dalam kebudayaan Belanda. Dalam perlombaan bersaing melawan Islam bisa dipastikan bahwa asosiasi kebudayaan yang ditopang oleh pendidikan Barat akan keluar sebagai pemenangnya. Apalagi, jika didukung oleh kristenisasi dan pemanfaatan adat. (hal. 43).

Aqib Suminto mengupas beberapa strategi Snouck Hurgronje dalam menaklukkan Islam di Indonesia: “Terhadap daerah yang Islamnya kuat semacam Aceh misalnya, Snouck Hurgronje tidak merestui dilancarkan kristenisasi. Untuk menghadapi Islam ia cenderung memilih jalan halus, yaitu dengan menyalurkan semangat mereka kearah yang menjauhi agamanya (Islam) melalui asosiasi kebudayaan.” (hal. 24).

Itulah strategi dan taktik penjajah untuk menaklukkan Islam. Kita melihat, strategi dan taktik itu pula yang sekarang masih banyak digunakan untuk ‘menaklukkan’ Islam. Bahkan, jika kita cermati, strategi itu kini semakin canggih dilakukan. Kader-kader Snouck dari kalangan ‘pribumi Muslim’ sudah berjubel. Biasanya, berawal dari perasaan ‘minder’ sebagai Muslim dan silau dengan peradaban Barat, banyak ‘anak didik Snouck’ – langsung atau pun tidak – yang sibuk menyeret Islam ke bawah orbit peradaban Barat. Tentu, sangat ironis, jika ada yang tidak sadar, bahwa yang mereka lakukan adalah merusak Islam, dan pada saat yang sama tetap merasa telah berbuat kebaikan.

http://go-killz.blogspot.com/2011/03/mitos-kartini-dan-rekayasa-sejarah.html

Saturday, October 22, 2011

Kemungkinan Para Nabi Palsu Adalah Penderita Gangguan Skizofrenia

Skizofrenia dan Fenomena Nabi Palsu



Fenomena nabi palsu dan aliran sesat seakan sudah tidak terdengar lagi setelah kehebohannya beberapa waktu yang lalu, namun ternyata fenomena ini tetap ada dan menimbulkan keresahan di masyakarat. Masing-masing orang mempunyai pendapat mengenai nabi palsu ini, beberapa mengatakan mereka adalah orang murtad, jelmaan iblis, usaha separatis, penistaan agama sampai pada pendapat yang mengatakan ini adalah tanda akhir zaman atau kiamat yang dinubuatkan dalam kitab suci.

Bagaimana dari sudut pandang medis? Ternyata dari sudut pandang medis, kebanyakan nabi palsu ini adalah penderita skizofrenia. Penderita skizofrenia ini akan mengalami halusinasi dan delusi, termasuk suara-suara yang berbisik padanya dan juga akan mengalami waham di mana dia hidup menurut keyakinan yang tidak masuk akal. Pada penderita skizofrenia yang sudah berat kita akan mudah mengidentifikasinya sebagai “orang gila”, namun pada tahapan awal, justru penderita skizofrenia ini bisa tampak begitu berwibawa, kharismatik, dan meyakinkan sehingga dia puunya banyak sekali pengikut.


1. Tanda dan Gejala Skizofrenia yang ada pada para nabi palsu

Skizofrenia ini mempunyai gejala yang cukup khas sehingga tidak perlu menjadi seorang psikiater untuk bisa menduga (ingat!!! Menduga bukanlah menegakkan diagnosis) bahwa seseorang menderita skizofrenia, berikut ini adalah tanda dan gejala seseorang mengidap skizofrenia

Halusinasi :
Halusinasi yang muncul bisa berupa suara yang memerintahkannya untuk melakukan sesuatu. Orang lain di sekitarnya tidak bisa mendengar suara ini, suara ini begitu berkuasa sehingga dia tidak mampu menolak perintah yang diberikan. Halusinasi yang timbul juga bisa berupa halusinasi penglihatan di mana dia merasa ditemui oleh orang-orang suci maupun juga halusinasi dalam bentuk lain seperti halusinasi taktil ataupun halusinasi pembauan.

Delusi :
dalam bahasa Indonesia delusi ini sering disebut sebagai waham. Waham ini merupakan suatu kepercayaan yang tidak masuk akal sehat namun dipercaya oleh si penderitanya. Waham ini tidak mudah digoyahkan, bahkan walaupun kita menyajikan fakta-fakta yang menggoyahkan wahamnya. Biasanya para nabi palsu ini mengalami waham di mana dirinya merasa mendapat suatu kekuatan gaib, mereka juga tidak mudah digoyahkan walaupun sudah ditunjukkan ayat-ayat yang menyatakan bahwa mereka bukanlah nabi.
Perubahan perilaku : Penderita skizofrenia ini juga menunjukkan perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari yang nyata. Bisa dari sikap yang sangat apatis, sampai sikap yang sangat emosional dan tidak wajar.

Gangguan sosial :
Seorang penderita Skizofrenia akan mengalami gangguan dalam fungsi sosialnya. Seringkali mereka menyendiri terpisah dari orang-orang yang sebelumnya mereka cintai.


Dan salah satu ciri khas dari skizofrenia ini adalah kesadaran dan intelegensia tetap baik pada tahapan awal sehingga orang tersebut tidak tampak seperti orang yang mengalami gangguan kejiwaan. Beberapa pengidap Skizofrenia justru tampil sangat berwibawa dan meyakinkan, seperti John Nash yang cerita nyatanya telah diangkat ke film “A Beautiful Mind”. Bahkan beberapa ahli psikiatri forensik berpendapat bahwa Adolf Hittler sang pemimpin partai Nazi juga mengidap Skizofrenia jenis paranoid.


2. Mukzizat yang dilakukan para nabi palsu
Tidak cukup dengan bicara dan khotbah, kadang para nabi palsu ini juga melakukan “mukzizat” yang membuat pengikut mereka bertambah yakin dan akibatnya jumlah pengikutnya pun bertambah besar. Bagaimana seorang pengidap kelainan jiwa melakukan “mukzizat”?. Penjelasannya sangat sederhana, yaitu efek plasebo, kebetulan, dan penipuan.

Efek Plasebo :
“Anda sembuh karena anda merasa diri anda sembuh”, itulah definisi sederhana dari efek plasebo ini. Para dokter pun kadang menggunakan efek plasebo ini, misalnya dalam menangani penderita disfungsi ereksi, seringkali penderita disfungsi ini langsung merasakan perbaikan walaupun hanya diberi pil gula yang secara medis tidak akan berkhasiat apa-apa. Ini karena efek plasebo, penelitian mengenai efek plasebo ini sudah banyak dan bisa anda cari dengan mudah


Kebetulan : Orang lumpuh yang bisa berjalan, apakah itu mukzizat? Belum tentu… Seorang penderita kelumpuhan biasanya akan mencoba segala cara agar bisa berjalan dan bergerak kembali pada saat-saat awal. Tentu saja dia akan sering jatuh dan bahkan mengalami memar-memar, dan akhirnya dia menyerah untuk mencoba lagi. Setelah 3 atau 4 tahun tidak pernah mencoba berjalan lagi, tiba-tiba seorang nabi palsu dengan penuh keyakinan berkata padanya bahwa dia bisa berjalan. Dan coba tebak, selama 3 atau 4 tahun pasien ini tidak mencoba berjalan, ternyata proses penyembuhan perlahan mulai terjadi, sendi-sendi mulai sembuh, otot yang robek mulai menyatu walaupun telah atrofi, tulang pun telah mulai membaik. Sudah bisa ditebak, ternyata dia perlahan mulai bisa berjalan, dan ini jelas bukan karena mukzizat si nabi palsu.

Penipuan : Tak jarang juga para nabi palsu ini unjuk “ilmu kebal” di mana dia kebal bacok, rambutnya tidak bisa diiris. Semua itu ternyata tipuan yang bisa anda baca di buku sulap. Sepertiga ujung golok dibiarkan tetap tajam sementara dua pertiga bagian belakangnya digerinda hingga tumpul, pada saat memotong mentimun atau benda lain untuk memamerkan ketajaman goloknya, dia menggunakan ujung yang lancip. Saat membacok tangan atau tubuhnya? Tentu saja dia menggunakan sisi yang tumpul. Silet yang tidak bisa mengiris rambutnya juga punya trik sederhana, satu sisi tumpul, satu sisi tajam, untuk membedakannya dia berpatokan pada merk silet yang hanya ada pada satu sisi.


3. Bagaimana kita harus menyikapi nabi palsu ini?

Nabi-nabi palsu penderita skizofrenia ini punya nasib beragam. Beberapa punya aliran yang cukup besar dan sampai sekarang tidak tersentuh hukum, beberapa tewas dihakimi massa, dan beberapa dipenjara karena pasal penistaan agama. Satu hal yang perlu kita cermati bersama adalah “Setiap orang sakit berhak mendapat pengobatan”, termasuk para penderita skizofrenia ini. Penderita skizofrenia ini tidak seharusnya dipenjara melainkan mendapat terapi yang adekuat. Skizofrenia ini bisa disembuhkan atau minimal dikendalikan. Dengan cara ini juga, dampak sosial pada masyarakat akan lebih minimal. Masyarakan akan maklum bahwa sang nabi palsu adalah seorang pengidap gangguan jiwa sehingga tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan.

N.B. : Mohon artikel ini ditanggapi dengan bijaksana. Artikel ini bertujuan membahas fenomena nabi palsu dari sisi medis dan tidak ada tujuan untuk menyinggung SARA sama sekali

Semoga bermanfaat


Terima kasih



Sumber :
Maslim, Rusdi. Buku Saku Pedoman Diagnosis Gangguan Jiwa PPDGJ-III. 2003. FK Unika Atmajaya, Jakarta.
http://en.wikipedia.org/wiki/Schizofrenia
http://www.uccs.edu/~faculty/fcoolidg/Hitler%20PDF%20unproof.pdf
http://en.wikipedia.org/wiki/Adolf_Hitler
www.adit18.wordpress.com
http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150109967477435

Monday, October 10, 2011

6 Fakta Menakutkan Tentang Musuh Besar Amerika Serikat

Amrika telah menjadi satu-satunya negara yang dominan di muka bumi ini, setelah keruntuhan Uni Soviet, Amerika kian melebarkan sayapnya untuk mempengaruhi, mememasarkan juga menanamkan ideologi liberal mereka di hampir seluruh duni,
Dengan kekuatan ekonomi dan juga militer, sepak terjang mereka menuai banyak kritik dan bahkan kebencian di hati banyak manusia di dunia. Karena Amerika dinilai banyak pihak mencampuri urusan negara - negara lain demi memuluskan kepentingan Amerika sendiri.. (Neo Kolonialisme Modern Terselubung)


6. Iran Bisa Memulai Perang Dasyat dalam Hitungan Detik, Kapanpun
Sangat mudah untuk melihat mengapa orang takut Iran. Presiden Mahmoud Ahmadinejad mengancam akan menghapus Israel dari peta dan menyatakan Amerika Serikat adalah dalang sebenarnya di balik 9 / 11 .
Dan sampai hari ini Amerika tetap memberi perhatian penuh atas aksi dan ucapan Ahmadinejad, itulah sebabnya Ahmadinejad masih menjadi tokoh yang sangat berpengaruh dalam jajaran musuh abadi AS.
Meskipun anggaran tahunan militer mereka adalah sekitar sembilan miliar dolar , yang menempatkan mereka di urutan seperti Yunani dan Australia .Kekuatan Nuklir Iran adalah sesuatu yang bisa menjadi ancaman serius, saking seriusnya sampai-sampai Agen CIA turun tangan untuk membunuh beberapa Ahli Nuklir Iran.



5. Ekonomi China Akan Melindas Aemrika
Menurut The New York Post, Amerika sudah berutang pada Cina begitu banyak , sehingga Cina dapat menghancurkan ekonomi Amerika kapanpun mereka mau .Media cenderung menggambarkan Amerika seperti pecundang,dan China seperti kakak ipar yang terus meminjamkan uang.
Meskipun China masih tergantung pada AS .dan ada juga anggapan Jika mereka memutuskan untuk menarik alas ekonomi di Amerika Serikat, mereka juga akan menjatuhkan ekonominya sendiri karena begitu banyaknya pasar China di AS
KEungulan dalam bidang pendidikan China, China mulai jauh mengalahkan Amerika dalam mendidik anak-anaknya, mereka bahkan menghasilkan lulusan perguruan tinggi lebih dari Amerika.

4. Amerika Memanfaatkan Negara-Negara yang Diserangnya atas Minyak Mereka
Dengan kebutuhan Minyak 67 % bergantung dari Impor, Banyak perang yang terjadi disponsori oleh Amrika dengan tujuan untuk mengamankan jalur munyak dan sumber daya alam lainnya. Ketergantungan Industri Amerika pada Mineral Bumi memungkinkan Amerika memulai sebuah perang, dengan alasan yang dicari-cari di lusinan negara,.. dan Kebanyakan itu Negara Timur tengah ...
Sangat jarang Amerika Mengekspos Kekuatan penuh untuk negara yang sedang terjadi konflik di Afrika..Pada tahun 70-an, negara Timur Tengah melancarkan pemogokan minyak yang bertepatan dengan ekonomi Amerika ke dalam sebuah resesi.

3. Al-Qaeda Masih Ancaman besar!
Setelah semua, bin Laden hanya satu orang - ada banyak anggota al-Qaeda siap untuk berdiri dan menjadi pasukan-pasukan paling nekat dan berbahaya. Orang-orang Al-Qaeda adalah orang - orang dengan ideologi termotivasi, dan mereka tidak akan berhenti sampai mereka mengalahkan Amerika.
kematian bin Laden tidak melumpuhkan Al-Qaeda,al-Qaeda memiliki model bisnis yang dirahasiakan, pengusaha - pengusaha kaya dari timur-tengah disinyalir menjadi donatur tetap untuk operasional Al-Qaeda.

2. Militer Korea Utara Sangat Berbahaya dan Nekat!
Militer Korea Utara cukup menakutkan . Ini adalah negara dengan anggota militer terbesar ke-4 di planet ini, dan menghabiskan porsi yang lebih besar dari PDBnya pada Anggaran militer daripada negara lain. Juga dengan senjata keberadaan senjata nuklir yang dirahasiakan dan tidak terdata oleh PBB

1. Dunia Membenci Amerika!
 
Berawal dari kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang terlalu hiperaktif, terutama di negara - negara penghasil sumber energi, Amerika dengan banyak dalih menduduki (menginflasi) sebuah negara secara legal menurut hukum PBB.

Sepak terjang yang pongah di sebuah negara yang didudukinya, terkesan Amerika seperti pemerintah kolonial dengan sistem modern, secara samar atau terang-terangan penduduk pribumi mulai merasa kecewa dan membenci arogansi dan kesewenang-wenangan yang dilakukan secara legal terseebut,,
Belum lagi kebijakan bahwa AS adalah pelindung paling setia pada satu-satunya negara Yahudi di muka bumi, Israel. PAsokan senjata untuk militer Israel, veto untuk mencegah campurr tangan Negara2 PBB ikut campur tangan, serta bantuan finansial lainnya...

Ditambah lagi dengan pengaruh budaya kebebasan liberal yang dianut, yang mengesampingkan norma - norma kesopanan, etika buruk Amrika yang menulari generasi muda dunia, adalah hal yang sangay dibenci, terutama di negara-negara yang banyak mengedepankan etika dan tenggang rasa,...

Saturday, October 1, 2011

10 Teori dan Prediksi Tentang Armagedon

Para ilmuwan percaya selama berabad-abad bahwa kiamat akan datang. Dengan masalah lingkungan dan politik yang berkembang, banyak yang berpendapat bahwa hari kiamat sudah dekat. Banyak film telah menyiarkan tema ini dan telah berdampak pada rasa kepercayaan. Berikut adalah prediksi dan teori tentang 10 Armageddon


1. Pemanasan Global
Saat permukaan air laut meningkat dan lembaran es mencair, orang takut bahwa dua kutub akan mencair, menyebabkan dunia berakhir. es mencair, air mulai naik,dan banjir akan menggenangi tanah. Pemanasan global adalah masalah besar di dunia saat ini yang mengglobal. Dalam 5 tahun terakhir,di bumi bagian timur telah terpukul oleh 2 gempa bumi besar dan tsunami. Banyak spesies penguin dan beruang kutub menderita karena suhu lebih tinggi dari yang diharapkan. dan Beruang kutub sekarang pada daftar spesies terancam punah.

2. 12 Desember 2012
Maya percaya bahwa 12 Desember 2012 peristiwa bencana akan terjadi yang akan menandakan akhir dari dunia. Film 2012 ini didasarkan pada teori dan fenomena.Ini menandai akhir dari siklus 5.125 tahun yang panjang di kalender Mesoamerika yaitu kalender suku maya yang mempunyai Hitungan Panjang. Dunia kita saat ini berada di kalender yang ke-4. dan 3 masa Dunia sebelum kita, masing-masing mempunyai kurun waktu selama 5, 125 tahun juga ....



3. Invasi Alien
Jika ada orang yang pernah menonton The Simpsons atau Scary Movie 3 dan 4, Anda akan melihat tema umum. Invasi alien telah menjadi teori yang diperdebatkan untuk beberapa waktu. Para astronom telah membantu memacu teori-teori ini dengan mengklaim menemukan kehidupan dan air di Mars. Jika ada yang tertarik untuk belajar lebih banyak, mereka dapat mencari UFO dan misteri yang mengelilingi mereka.



4. Asteroid hit (KT Asteroid Theory)
Contoh sempurna nubuat ini adalah film tahun 1998, Armagedon dengan Ben Affleck, Billy Bob Thorton dan Liv Tyler. Seperti di film ini, banyak yang percaya bahwa puing-puing dari meteor akan menyebabkan kepunahan di dunia ini. 67 juta tahun yang lalu, sebuah asteroid bertanggung jawab atas kepunahan massal dinosaurus dan bentuk lain dari kehidupan dan pergerakan lempeng tektonik yang memisahkan benua yang berbeda di dunia ini.
Teori ini percaya bahwa asteroid serupa akan segera menghantam bumi juga

5. Kenaikan Gas efek Rumah Kaca

Lapisan ozon melindungi kita dari sinar matahari berbahaya. Efek Gas rumah kaca membuat lapisan ozon kian tipis. Suhu yang meningkat akan menciptakan banyak masalah bagi banyak orang. Saat kita berada dalam era pasca-industri dan kita mulai memanfaatkan materi yang tidak ramah lingkungan, doomsday saat ini mungkin juga sedang dalam perjalanan menuju kita

6. Komet Menghantam Bumi
Jika ada yang menonton Film Deep Impact (1998) dengan Elijah Wood, Morgan Freeman dan Tea Leoni, mereka akan berkenalan dengan alur cerita dan teori Armageddon. Cerita ini berkisah tentang sebuah komet menghantam bumi dan memusnahkan kota-kota di sepanjang Atlantik dengan tsunami humungous. Komet berbeda dari asteroid karena mereka memiliki koma dan ekor. Michael Drosnin percaya bahwa itu akan menabrak bumi pada tahun 2012 dan akan memusnahkan semua kehidupan.



7. Y2K
William Cooper percaya bahwa sebagai hits milenium baru, dinding Giza akan terbuka dan Setan akan muncul. Sebuah perang besar itu akan dimulai pada tanggal ini oleh Amerika Serikat melawan pasukan setan yang lolos ke dunia dan bisa mengakibatkan akhir kehidupan. tapi Mereka salah... salah besar ..Karena hari ini seperti yang kita tahu... Amerikalah setannya....

8. 19 Desember 1999
Dotson Meade percaya bahwa perang akan terjadi yang akan menandakan akhir dari dunia. Pertempuran akhir hidup dan mati akan dimulai. Temuan ini didasarkan pada Gulungan Laut Mati. Tidak ada pertempuran terakhir telah dianggap belum begitu prediksi adalah palsu.

9. The House of Yahweh, Abilene:
The House of Yahweh, Abilene, adalah gerakan keagamaan yang berbasis di Abilene, Texas. Keyakinan mereka berakar pada asumsi bahwa mereka menganut iman yang benar, menurut Tuhan Umat Kristen, Yahweh. Kultus meramalkan bahwa akhir dunia akan terjadi pada Oktober 1998. Mereka juga meramalkan bahwa pada tahun 2001, 80% dari populasi dunia akan musnah.

10. Harold Camping
Meskipun dua prediksi tentang hari kiamat dan hari penghakiman gagal, dia masih mampu membangkitkan pengaruhnya pada khalayak luas. Pada tahun 1994 dia meramalkan bahwa Yesus akan muncul pada tanggal 15 atau 17.Ketika itu tidak terjadi, ia mengakui itu sebagai kesalahan. Pada tahun 2011, dia meramalkan bahwa hari penghakiman akan terjadi 70.000 tahun setelah banjir pada tanggal 21 Mei 4990.
Seperti yang kita tahu, kali ini dia membuat ramalan yang tidak akan menyalahkan dia ketika hal itu meleset (di tahun 4990 dia dan kita yang mendengar ramalan tsb sudah nggak ada..)

Friday, September 30, 2011

Gerakan 30 September : Dalih Pembunuhan Massal dan Kudeta Soeharto

Setelah menunggu empat dekade, akhirnya terbitlah buku yang menguak misteri peristiwa Gerakan 30 September. Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Soeharto, terjemahan dari buku Pretext for Mass Murder karya John Roosa.

Ketidakjelasan itu bertahan demikian lama karena rezim Orde Baru melakukan monopoli sejarah dan memupuknya bertahun-tahun. Versi lain, seperti yang ditulis oleh Ben Anderson dan kawan-kawan (kemudian dikenal sebagai Cornell Paper), yang menganggap bahwa itu persoalan intern AD (Angkatan Darat), dilarang dan penulisnya dicekal masuk Indonesia. Perdebatan tentang Gerakan 30 September diharamkan, bahkan usaha ISAI (Institut Studi Arus Informasi) menerbitkan buku tipis tentang masing-masing versi Gerakan 30 September itu diganjal Kejaksaan Agung pada tahun 1995.

Dalam suasana demikian, ketika Soeharto jatuh, bermunculanlah di tanah air berbagai (terjemahan) tulisan tentang Gerakan 30 September sejak tahun 1998. Analisis yang diberikan beragam, mulai dari kudeta merangkak (Saskia Wieringa, Peter Dale Scott, Subandrio) sampai dengan kudeta yang disengaja untuk gagal seperti yang ditulis Coen Hotzappel.

Judul buku: Dalih Pembunuhan Massal, Gerakan 30 September dan Kudeta Soeharto
Pengarang: John Roosa
Penerjemah: Hersri Setiawan
Penerbit: Institut Sejarah Sosial Indonesia dan Hasta Mitra
Tebal: 392 halaman

Memang ada berbagai kelompok yang diuntungkan dengan kegagalan kudeta itu, namun apakah pihak tersebut mendesain peristiwa itu sedemikian rupa dengan skenario yang rapi dan semuanya berjalan seperti yang diharapkan mereka? Tampaknya tidak demikian.

Mengapa 3 Juta Yang Dituduh Anggota PKI Tidak Melawan Ketika Dibantai ?

Namun, masing-masing teori itu memiliki kelemahan. Kalau disebutkan bahwa Partai Komunis Indonesia (PKI) secara keseluruhan melakukan pemberontakan, kenapa 3 juta anggota partai ini tidak melakukan perlawanan ketika diburu dan dibunuh setelah gerakan itu meletus? Kenapa partai komunis terbesar ketiga di dunia saat itu begitu mudah dirontokkan?

Analisis yang menyebutkan bahwa itu persoalan intern Angkatan Darat juga tidak memuaskan karena persoalannya tidak sesederhana itu. Bukankah Sjam dan Pono juga terlibat? Sementara itu, versi Soekarno sebagai dalang juga diragukan. Bila sang presiden mengetahui sepenuhnya rencana aksi ini sebelumnya, kenapa ia berputar-putar di kota Jakarta sebelum menuju pangkalan udara tanggal 1 Oktober 1965? Mengapa Presiden Soekarno tidak langsung saja dari Wisma Yaso kediaman Ratna Sari Dewi (sekarang Museum Satria Mandala di Jalan Gatot Subroto) menuju Halim Perdanakusuma?

Sejenius Itukah Suharto Merancang Semua Itu

Demikian pula Soeharto tidaklah terlampau “jenius” untuk bisa merancang suatu perebutan kekuasaan secara sistematis. Masih perlu diinvestigasi lebih lanjut seberapa jauh Soeharto mengetahui rencana tersebut sebagaimana disampaikan Kolonel Latif dalam pertemuan malam sebelumnya di Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Subroto.

Amerika Serikat (AS) tidaklah ikut campur pada tanggal 30 September dan 1 Oktober 1965, walaupun berbagai dokumen menyebut keterlibatan mereka sebelum dan sesudah peristiwa berdarah tersebut. Bagi pemerintah AS waktu itu, bila Indonesia dengan penduduk keempat atau kelima terbesar di dunia itu–dengan sumber daya alam berlimpah dan posisi sangat strategis– jatuh ke tangan komunis, berarti telah terjadi kiamat.

Riset yang dilakukan John Roosa menggunakan arsip yang jarang diulas secara utuh selama ini, seperti dokumen Supardjo, tulisan-tulisan Muhammad Munir dan Iskandar Subekti yang tersimpan di Amsterdam, wawancara dengan tokoh-tokoh PKI seperti “Hasan” yang meminta dirahasiakan identitasnya sampai ia meninggal.

Muhammad Munir adalah anggota Politbiro PKI dan Iskandar Subekti adalah panitera Politbiro PKI, yang pada tanggal 1 Oktober 1965 mengetik pengumuman-pengumuman yang dikeluarkan Gerakan 30 September. Adapun “Hasan” memiliki posisi yang dianggap logis mengetahui kegiatan Biro Chusus. “Hasan” sendiri sudah menulis memoar yang sudah diserahkan kepada penulis buku (John Roosa) yang dapat dipublikasikan setelah ia meninggal. Di samping dokumen-dokumen penting itu, serta wawancara mendalam dengan tokoh sentral organisasi kiri itu, arsip-arsip yang berasal dari Departemen Luar Negeri AS membantu menjelaskan berbagai hal.

Dokumen Suparjo

Dokumen Supardjo dianggap cukup sahih–sebagai semacam pertanggungjawaban setelah peristiwa itu terjadi–yang ditulis ketika ia belum tertangkap. Beberapa saksi, termasuk Letnan Kolonel Udara Heru Atmodjo, yang sama-sama di penjara dengan Supardjo, mengakui keberadaan surat tersebut. Pihak keluarga juga mengiyakan informasi yang pernah disampaikan Supardjo.

Dokumen itu memperlihatkan bahwa kelemahan utama Gerakan 30 September adalah karena tidak adanya satu komando. Terdapat dua kelompok pimpinan, yakni kalangan militer (Untung, Latief dan Sudjono) dan pihak Biro Chusus PKI (Sjam, Pono, Bono dengan Aidit di latar belakang). Sjam memegang peran sentral karena ia berada dalam posisi penghubung antara kedua pihak ini.

Namun, ketika upaya ini tidak mendapat dukungan dari Presiden Soekarno, bahkan diminta untuk dihentikan, maka kebingungan terjadi dan kedua kelompok ini pecah. Kalangan militer ingin mematuhi permintaan Soekarno, sedangkan Biro Chusus tetap melanjutkannya. Ini dapat menjelaskan mengapa antara pengumuman pertama dengan kedua dan ketiga terdapat selang waktu sampai lima jam. Sesuatu yang dalam upaya kudeta merupakan kesalahan besar. Pada pagi hari mereka mengumumkan bahwa Presiden dalam keadaan selamat. Sedangkan pengumuman berikutnya pada siang hari sudah berubah drastis (pembentukan Dewan Revolusi dan pembubaran kabinet).

Buku ini menyederhanakan kerumitan misteri itu dengan metode ala detektif. Pembaca diyakinkan bahwa tokoh kunci Gerakan 30 September, Sjam Kamaruzzaman, bukanlah agen ganda, apalagi triple agent, melainkan pembantu setia Aidit sejak bertahun-tahun. Pelaksana Biro Chusus PKI yang ditangkap tahun 1968 ini baru dieksekusi tahun 1986. Ia bagaikan putri Syahrazad yang menunda pembunuhan dirinya dengan menceritakan kepada raja sebuah kisah setiap malam, sehingga mampu bertahan selama 1001 malam. Sjam bertahan lebih dari 18 tahun dengan mengarang 1001 pengakuan.

Dokumen Supardjo mengungkapkan mengapa gerakan itu gagal dan tidak bisa diselamatkan. Kerancuan antara “penyelamatan Presiden Soekarno” dan “percobaan kudeta” dengan membubarkan kabinet dijelaskan dengan gamblang. Jauh sebelum peristiwa berdarah itu, AS telah memikirkan dan mendiskusikan segala tindakan yang perlu untuk mendorong PKI melakukan gebrakan lebih dahulu, sehingga dapat dipukul secara telak oleh Angkatan Darat. Dan, Aidit pun terjebak. Karena sudah mengetahui sebelum peristiwa itu terjadi, maka Soeharto adalah jenderal yang paling siap pada tanggal 1 Oktober 1965 ketika orang lain bingung dan panik. Nama Soeharto sendiri tidak dimasukkan dalam daftar perwira tinggi yang akan diculik.

Seperti disampaikan sejarawan Hilmar Farid dalam peluncuran buku ini di Yogyakarta, karya ini berjasa mengungkapkan bahwa Gerakan 30 September itu lebih tepat dianggap sebagai aksi (untuk menculik tujuh jenderal dan menghadapkan kepada Presiden), bukan sebagai gerakan. Karena peristiwa ini merupakan aksi sekelompok orang di Jakarta dan Jawa Tengah yang dapat diberantas dalam waktu satu-dua hari.

Namun, aksi ini (yang kemudian ternyata menyebabkan tewasnya enam jenderal) kemudian oleh Soeharto dan kawan-kawan dijadikan dalih untuk memberantas PKI sampai ke akar-akarnya, yang di lapangan menyebabkan terjadinya pembunuhan massal dengan korban lebih dari setengah juta jiwa. Kalau para jenderal yang diculik itu tertangkap hidup-hidup, mungkin sejarah Indonesia akan lain. Massa PKI akan turun ke jalan dan menuntut para jenderal itu dipecat. Presiden akan didesak untuk memberikan kursi departeman kepada golongan kiri itu, karena sampai tahun 1965 Soekarno tidak pernah mempercayakan pimpinan departemen kepada tokoh komunis kecuali Menteri Negara.

Buku ini memiliki kelemahan kecil, seperti penulisan Kapten Bambang Widjanarko (hal 116; seharusnya kolonel) dan Kolonel H Maulwi Saelan (hal 57; pada tahun 1965 Saelan belum naik haji). Saelan baru menunaikan rukun Islam itu pada era Orde Baru dan memimpin Yayasan Sekolah Islam Al Azhar.

Namun, di sisi lain, buku mempunyai banyak kelebihan.
Pertama, menggunakan dokumen yang selama ini diabaikan, seperti dokumen Supardjo, pledoi Iskandar Subekti dan tulisan Muhammad Munir.
Kedua, Roosa berhasil melakukan wawancara mendalam dengan “Hasan”, tokoh kunci yang mengetahui kiprah unit yang disebut sebagai Biro Chusus PKI.

Ketiga, sumber-sumber di atas dilengkapi dengan arsip-arsip Amerika Serikat yang telah terbuka dari waktu ke waktu dan menjadi perangkat yang andal untuk melakukan analisis sejarah.
Keempat, John Roosa berhasil menyusun narasi baru bahwa Gerakan 30 September sebenarnya bukan gerakan, melainkan suatu aksi yang ternyata dijadikan dalih untuk melakukan pembunuhan massal.

Kelima, upaya yang sudah dilakukan dosen sejarah Universitas British Columbia, Kanada, ini menyebabkan perdebatan tentang siapa dalang G30S itu sudah sepatutnya diakhiri. Seyogianya diskusi kini beralih tentang bagaimana proses pembunuhan massal 1965 itu terjadi dan mengapa sampai memakan korban demikian banyak. Jadi, yang patut dipertanyakan bukan lagi “siapa dalang G30S” melainkan “siapa dalang pembantaian 1965″.

Buku Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Soeharto telah berhasil menampilkan data baru (berbagai dokumen dari dalam dan luar negeri), metodologi baru (dengan mengikutsertakan sejarah lisan) dan perspektif baru (ini adalah aksi bukan gerakan, tetapi kemudian dijadikan dalih untuk peristiwa berikutnya yang lebih dahsyat).

Oleh : Asvi Warman Adam, ahli peneliti utama LIPI